JATIMPEDIA, Surabaya - PT Pelindo Regional 3 mendirikan posko informasi dan penanganan terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, guna mendukung proses evakuasi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2.
Regional Head Jawa PT Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan posko tersebut disiapkan untuk mempercepat identifikasi, pendataan, serta pemeriksaan kesehatan bagi para penumpang yang dievakuasi.
Baca juga: Kinerja Pelabuhan Gresik Menguat, Curah Kering Melonjak 48,72 Persen pada Semester I 2026
"Kami telah berkoordinasi dengan Otoritas Pelabuhan, Basarnas, Jasa Raharja, hingga RS Pelabuhan PHC. Seluruh penumpang yang tiba di Tanjung Perak juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis," ujar Purwanto, Minggu (2/8/2026).
Selain layanan medis, Pelindo menyediakan berbagai fasilitas pendukung di Gedung Gapura Surya Nusantara (GSN), seperti ruang istirahat, tempat ibadah, dan fasilitas mandi untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan kenyamanan bagi para korban.
Baca juga: Pelindo Regional 3 Hadirkan Kantin Transit Area Mirah
Pelindo juga menyiapkan layanan pendampingan bagi penumpang yang akan melanjutkan perjalanan maupun kembali ke daerah asal. Transportasi menuju terminal atau stasiun terdekat disediakan tanpa dipungut biaya.
Dalam proses evakuasi, sedikitnya empat kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian turut membantu menyelamatkan korban. Kapal-kapal tersebut, termasuk armada Meratus dan KM Asyura, mendapat prioritas sandar saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak.
Baca juga: Selama Juni 2026 IPC TPK Panjang Catat Kenaikan Arus Petikemas 73,7 Persen
Posko darurat akan tetap beroperasi hingga seluruh proses evakuasi dan penanganan korban dinyatakan selesai oleh pihak berwenang.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 terjadi pada Minggu pagi (2/8/2026) di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep. Kapal Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran yang berlayar dari Surabaya menuju Makassar itu mengangkut 232 penumpang dan 181 unit kendaraan. Berdasarkan pembaruan data sementara, insiden tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia, sementara 218 penumpang berhasil diselamatkan. Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan penyisiran dan penanganan lanjutan di lokasi kejadian.
Editor : Arif