Arab Saudi Lirik Bandara Dhoho Kediri untuk Penerbangan Haji dan Umrah

Reporter : Eka Sapto
Bandara Dhoho Kediri

JATIMPEDIA, Kediri - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menjajaki pemanfaatan Bandara Internasional Dhoho, di Kediri, Jawa Timur, sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji serta umrah mulai 2027. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi tonggak penting bagi pengembangan konektivitas udara Jawa Timur sekaligus meningkatkan utilisasi bandara swasta pertama di Indonesia yang dibangun tanpa dana APBN.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi Saleh bin Nasser Al-Jasser di Jakarta pada Senin (13/7/2026). Pemerintah Arab Saudi, kata Dudy, menunjukkan ketertarikan membuka layanan penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah melalui Bandara Dhoho.

Baca juga: TransNusa Buka Rute Manado-Ternate, JadiHub Konektivitas di Indonesia Timur

"Beberapa hari yang lalu kami sudah berbicara dengan Kementerian Transportasi dan Logistik Saudi. Mereka berkeinginan memanfaatkan Bandara Dhoho, dan dalam waktu dekat akan mengirim tim teknis untuk melakukan penjajakan," ujar Dudy usai bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, baru-baru ini.

Tim dari Arab Saudi dijadwalkan melakukan survei lapangan guna mengevaluasi kesiapan infrastruktur, fasilitas operasional, hingga aspek teknis lainnya sebelum memutuskan penggunaan Bandara Dhoho sebagai pintu masuk penerbangan langsung ke Arab Saudi.

Bandara Dhoho yang dibangun oleh PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melalui skema investasi swasta diproyeksikan tidak hanya melayani penerbangan domestik, tetapi juga berkembang menjadi gerbang internasional baru bagi wilayah selatan Jawa Timur. Kehadiran rute langsung ke Timur Tengah dinilai berpotensi meningkatkan tingkat utilisasi bandara sekaligus memperkuat daya tarik investasi di kawasan tersebut.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan revitalisasi Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, terutama pada sisi landasan pacu agar mampu melayani lebih banyak pesawat berbadan lebar (wide body). Langkah tersebut diharapkan memperkuat kapasitas penerbangan langsung menuju Arab Saudi seiring meningkatnya permintaan perjalanan haji dan umrah.

Baca juga: Pupuk Indonesia, Pelindo hingga Angkasa Pura Berpotensi Masuk IPO

"Kami berharap Bandara Juanda mampu menampung pesawat berbadan besar sehingga masyarakat Jawa Timur dapat terbang langsung ke Jeddah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah," kata Dudy.

Bagi Jawa Timur, kehadiran embarkasi di Bandara Dhoho diperkirakan akan memangkas waktu dan biaya perjalanan ribuan calon jemaah, terutama dari kawasan Mataraman yang selama ini harus menempuh perjalanan menuju Surabaya sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemerintah provinsi bersama Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, dan berbagai pemangku kepentingan terus menyiapkan seluruh persyaratan operasional agar Bandara Dhoho dapat memenuhi standar sebagai embarkasi haji dan umrah.

Baca juga: Bandara Husein Sastranegara Kantongi Sertifikat Layani Pesawat Jet

Menurut Khofifah, keberadaan embarkasi baru tersebut akan melayani sekitar 10.548 calon jemaah haji dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur, meliputi Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang, serta Bojonegoro.

"Bandara Dhoho ini sudah lama kami persiapkan untuk memperkuat layanan penyelenggaraan ibadah haji sekaligus memberikan kemudahan bagi jemaah, khususnya dari wilayah Mataraman. Kami berharap proses keberangkatan maupun kepulangan jemaah akan semakin efektif dan nyaman," ujar Khofifah.

Selain meningkatkan kualitas layanan ibadah, pembukaan penerbangan internasional langsung dari Kediri juga dipandang memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Aktivitas penerbangan reguler ke Timur Tengah berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata religi, logistik, perhotelan, hingga perdagangan di kawasan selatan Jawa Timur yang selama ini belum memiliki akses penerbangan internasional secara langsung.

Editor : Arif

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru