Beasiswa Sempat Tersendat, Pemkab Bojonegoro Kumpulkan Para Mahasiswa

Reporter : Rofiq
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah

JATIMPEDIA, Bojonegoro - Setelah sempat menuai pertanyaan karena pencairannya molor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akhirnya mengumpulkan mahasiswa penerima Beasiswa Bojonegoro 2026. Selain memberikan pembinaan, pemerintah juga menjelaskan alasan keterlambatan pencairan bantuan pendidikan tersebut.


Kegiatan yang berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (9/7/2026), dihadiri langsung Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama jajaran Dinas Pendidikan.

Baca juga: Hutan Bojonegoro Masuk Masa Rawan, Perhutani Siaga


Di hadapan para mahasiswa, Nurul Azizah menegaskan bahwa, beasiswa bukan sekadar bantuan untuk membayar uang kuliah, melainkan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.


"Beasiswa ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM Bojonegoro. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.


Nurul juga menjawab berbagai pertanyaan terkait molornya pencairan beasiswa tahun 2026. Menurutnya, keterlambatan terjadi karena adanya penyesuaian setelah diberlakukannya Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 42 Tahun 2025 yang mengubah persyaratan, mekanisme seleksi, hingga proses verifikasi penerima.


Seluruh data penerima, kata dia, harus melalui proses pemeriksaan secara menyeluruh agar bantuan benar-benar diterima mahasiswa yang memenuhi syarat. "Kami ingin memastikan tidak ada kesalahan dalam penyaluran. Semua proses dilakukan secara transparan dan dipastikan tidak ada pungutan biaya apa pun," tegasnya.

Baca juga: Jejak Minyak Tua Jadi Andalan, Asesor UNESCO Turun Gunung Nilai Geopark Bojonegoro


Meski kondisi APBD mengalami penyesuaian, Nurul memastikan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Selain itu, Pemkab juga terus mendorong pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan gratis, hingga penguatan sektor pertanian.


Ia juga memaparkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bojonegoro kini mencapai 73,74. Namun rata-rata lama sekolah masyarakat masih berada di angka 7,8 tahun, sehingga pemerintah terus mendorong generasi muda melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Anwar Mukhtadlo mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 2.670 mahasiswa telah menerima pencairan Beasiswa Bojonegoro tahap 1B tahun 2026.

Baca juga: 72 Calon Paskibraka Bojonegoro Resmi Masuk Pemusatan Pelatihan


Dana tersebut dapat digunakan untuk membantu pembayaran maupun penggantian Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai ketentuan yang berlaku.


Anwar menjelaskan, proses pencairan memang harus menyesuaikan kalender akademik perguruan tinggi dengan tahun anggaran pemerintah, sehingga penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai regulasi.


"Kami tidak pernah bermaksud menghambat pencairan. Justru kami berhati-hati agar seluruh bantuan benar-benar tepat sasaran. Kami juga menegaskan seluruh proses beasiswa ini gratis dan tidak dipungut biaya sepeser pun," pungkasnya.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru