JATIMPEDIA, Jakarta - Transformasi bisnis yang dijalankan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mulai membuahkan hasil. Hingga Mei 2026, perseroan meraup laba bersih konsolidasi Rp1,85 triliun, melonjak 54,37% secara year on year (yoy).
Kinerja BTN juga ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang lebih tinggi dibandingkan industri. Kredit dan pembiayaan secara konsolidasi BTN mencapai Rp403,06 triliun, per Mei 2026, meningkat 9,97% (yoy). Sementara, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9,09% (yoy) menjadi Rp433,95 triliun.
Baca juga: BTN Optimis Perbankan Mampu Jalankan KPR FLPP Tenor hingga 40 Tahun
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan transformasi yang dilakukan perseroan berjalan sesuai dengan arah yang ditetapkan. BTN tidak lagi hanya memperkuat bisnis inti pembiayaan perumahan, tetapi juga memperluas model bisnis menjadi penyedia layanan keuangan yang lebih komprehensif.
Menurut dia, transformasi BTN saat ini bergerak lebih menyeluruh, perseroan tetap memperkuat posisi sebagai pemimpin pembiayaan perumahan, namun pada saat yang sama juga memperluas peran BTN sebagai penyedia solusi keuangan holistik bagi nasabah dan ekosistem.
"Sejalan dengan arahan Danantara, BTN terus memperkuat digitalisasi, otomasi proses, tata kelola, manajemen risiko, dan ESG agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan sehat, prudent, dan berkelanjutan," ungkap Setiyo dalam keterangan tertulis.
Baca juga: BTN Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp1,85 T Hingga Mei
Menurutnya, transformasi BTN tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan melalui penguatan tata kelola dan manajemen risiko.
Dengan begitu, penguatan manajemen risiko menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi beyond mortgage.
"Kami ingin setiap pertumbuhan kredit, baik di segmen konsumer, UMKM, komersial, maupun korporasi, tetap didukung oleh proses yang disiplin, data-driven, dan memiliki kontrol risiko yang kuat," katanya.
Baca juga: Sinergi BTN dan Rumah123 Hadirkan Layanan Pencarian Rumah hingga KPR
Setiyo menegaskan, transformasi manajemen risiko menjadi salah satu fondasi penting dalam menopang agenda pertumbuhan BTN. Perseroan terus memperkuat kualitas proses kredit, risk culture, early warning system, pengelolaan portofolio, serta tata kelola risiko secara end-to-end.
Dengan fondasi tersebut, ekspansi bisnis BTN diharapkan tetap berada dalam koridor prudential banking dan mampu menjaga kualitas aset secara berkelanjutan.
Editor : Rizky