AirAsia Tutup Rute Jakarta-Singapura Mulai 1 Juli 2026

Reporter : Ferdian
AirAsia resmi menghentikan operasional penerbangan rute Jakarta-Singapura mulai 1 Juli 2026.

JATIMPEDIA, Jakarta - Maskapai berbiaya hemat (LCC) Indonesia AirAsia resmi menghentikan operasional penerbangan rute Jakarta-Singapura mulai 1 Juli 2026. Keputusan ini memperpanjang daftar penyusutan jaringan penerbangan maskapai di kawasan Asia Tenggara di tengah ketidakpastian industri penerbangan global.

Melansir VN Express, rute sibuk Jakarta-Singapura menjadi layanan terbaru yang dikorbankan dalam proses penyesuaian operasional perusahaan. Berdasarkan data dari situs resmi AirAsia, anak usaha AirAsia Group di Indonesia ini tercatat telah menghentikan operasional sedikitnya 36 rute, mencakup penerbangan domestik dan internasional.

Baca juga: Fluktuasi Harga Avtur, AirAsia Indonesia Optimalkan Rute Favorit

Pantauan dari situs penjadwalan penerbangan AeroRoutes juga mengonfirmasi bahwa tiket penerbangan Jakarta-Singapura milik Indonesia AirAsia sudah tidak lagi tersedia untuk pemesanan di sepanjang bulan Juli 2026.

Sinyal efisiensi ini sebenarnya sudah terlihat dari penurunan performa dalam setahun terakhir. Data dari OAG Aviation menunjukkan pemangkasan frekuensi penerbangan yang sangat signifikan pada rute tersebut.

Sebagai perbandingan, pada Juni 2025 Indonesia AirAsia masih tangguh mengoperasikan 104 penerbangan per bulan antara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Changi Singapura (SIN). Sementara pada Juni 2026 jumlah tersebut menyusut tajam dan hanya menyisakan 30 penerbangan.

Baca juga: AirAsia : Rute Surabaya-Balikpapan Paling Banyak Diminati Pemudik

Imbas dari pemangkasan frekuensi ini membuat kapasitas kursi yang ditawarkan merosot drastis. Rata-rata kapasitas bulanan yang pada tahun 2025 mampu mencapai 36.000 kursi, kini terjun bebas hingga tersisa 5.400 kursi saja pada Juni 2026.

Langkah berat yang diambil Indonesia AirAsia ini tidak lepas dari tekanan makroekonomi yang sedang menjepit industri penerbangan regional. Sejumlah maskapai di Asia terpaksa memangkas frekuensi penerbangan ke berbagai destinasi wisata utama di Asia Tenggara pada musim panas tahun ini.

Dua faktor utama yang menjadi pemicu adalah daya beli masyarakat global yang terkoreksi berimbas pada penurunan volume pariwisata hingga ketegangan geopolitik yang terus membara di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, yang secara langsung membengkakkan biaya operasional maskapai.

Baca juga: Tahun 2025, AirAsia Indonesia Catat Pendapatan Rp7,87 Triliun

Fenomena efisiensi ini tidak hanya melanda Indonesia AirAsia. Maskapai LCC asal Korea Selatan, Jeju Air, juga mengambil langkah serupa dengan menutup rute Incheon-Batam per 1 Juni 2026.

Penyusutan konektivitas ke Singapura ini cukup disayangkan, mengingat signifikansi ekonomi negara singa tersebut. Berdasarkan data ekonomi makro, Singapura mengukuhkan posisinya sebagai negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita terbesar kedua di dunia pada tahun 2025, berada tepat di bawah Swiss. Kehilangan akses langsung dari maskapai LCC diproyeksikan akan mengubah peta persaingan tarif dan pilihan moda transportasi bagi para pelaku bisnis ultra-murah di rute gemuk ini.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru