BPBD Ngawi Sebut 11 Desa Rawan Krisis Air Bersih

Reporter : Arif
asi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo

JATIMPEDIA, Ngawi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi memetakan sebanyak 11 desa rawan kekeringan pada musim kemarau tahun 2026. 11 Desa ini berpotensi mengalami krisis air bersih.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo, menyampaikan jumlah desa yang terancam kekeringan tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, terdapat 13 wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Droping 162 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan

"Musim kemarau tahun 2026 ini, BPBD Ngawi memetakan 11 desa di lima kecamatan yang terancam mengalami kekeringan. Jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun lalu," ujar Partoyo, Senin 22 Juni 2026.

Baca juga: BPBD Jember Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Menurut Partoyo, jumlah wilayah terdampak kekeringan menurun karena adanya berbagai upaya mitigasi yang telah dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya melalui pembangunan jaringan pipanisasi saluran air di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan.

Baca juga: Masuki Musim Kemarau, BPBD Magetan Petakan Wilayah Potensi Karhutla

Berdasarkan pemetaan BPBD, sedikitnya 3.735 jiwa dari 941 kepala keluarga (KK) di 11 desa berpotensi mengalami krisis air bersih selama musim kemarau tahun ini. Wilayah yang selama ini memiliki tingkat kerawanan kekeringan cukup tinggi berada di lima kecamatan, yakni Kecamatan Ngawi, Pitu, Sine, Bringin, dan Kasreman.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru