JATIMPEDIA, Mojokerto -Pemerintah Kota Mojokerto menggulirkan program bantuan rumah swadaya (BRS) tahun 2026 sebagai upaya pengentasan kemiskinan di kota setempat.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Rabu, mengatakan tahun ini sebanyak 118 warga berpenghasilan rendah (MBR) dari tiga kecamatan di kota itu menerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni melalui program tersebut.
Baca juga: Mojokerto Kota Jadi Percontohan Tansformasi Digital Perlinsos
"Program yang dulu dikenal dengan bedah rumah menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang layak," katanya di sela sosialisasi kepada penerima di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Kota Mojokerto.
Ia mengatakan, setiap tahun Pemerintah Kota Mojokerto menyediakan anggaran bagi masyarakat yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.
"Melalui program ini, pemerintah ingin membantu warga yang rumahnya belum layak huni agar memiliki tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman," kata Ning Ita, sapaan akrab wali Kota Mojokerto.
Ia mengatakan setiap penerima manfaat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp21 juta yang disalurkan langsung melalui rekening masing-masing penerima dan penggunaannya harus sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis pelaksanaan program.
"Dari jumlah tersebut, sebesar Rp17,5 juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan dan Rp3,5 juta untuk upah tenaga kerja," katanya.
Baca juga: Kota Mojokerto Jadi Pusat Pelatihan Kepemimpinan Nasional
Sementara, kata dia, jika kebutuhan perbaikan rumah melebihi nilai bantuan yang diberikan, penerima manfaat dapat menambahkan dana secara swadaya sesuai kondisi masing-masing.
"Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan tenaga fasilitator lapangan yang akan mendampingi para penerima manfaat se- Kota Mojokerto," ujarnya.
Baca juga: Dua Raksasa Komponen Otomotif Angkat Kaki dari Jatim
Ia menjelaskan program BRS akan terus dilaksanakan selama masih terdapat warga Kota Mojokerto yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah, karena penyediaan hunian yang layak merupakan bagian penting dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia.
"Bantuan bedah rumah ini akan terus ada setiap tahun selama masih ada warga Kota Mojokerto yang rumahnya belum layak dan belum sehat. Bahkan, tahun depan kami berharap jumlah penerima manfaat bisa lebih banyak karena telah diusulkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat," ucapnya.
Selain melalui BRS yang bersumber dari APBD Kota Mojokerto, upaya untuk memberikan hunian yang layak juga dilakukan Pemkot Mojokerto dengan menyampaikan usulan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang saat ini dikelola oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Editor : Arif