Wuling Eksion Ludes Terjatah? Pesanan Tembus 1.500 Unit, Pengiriman Mulai Berjalan

Reporter : Fitri Handayani
Wuling Eksion Di IIMS Surabaya 2026

JATIMPEDIA, Jakarta – Tidak butuh waktu lama bagi Wuling Motors untuk menyerap minat pasar terhadap model terbarunya, Eksion. Hanya dalam waktu sekitar satu bulan setelah peluncuran resmi pada 22 April 2026, SUV 7-seater elektrifikasi tersebut sudah mulai dikirim ke tangan konsumen di Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com, Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian mengungkapkan bahwa proses serah terima unit Eksion kepada pembeli awal telah berjalan tanpa jeda panjang pasca peluncuran.

Baca juga: Mobil Terlaris Indonesia Semester I 2026: BYD Siap Geser Honda dari Lima Besar

"Bulan lalu kami sudah mulai serah terima unit Eksion kepada konsumen. Hampir seribu unit mungkin per hari ini yang sudah diserahterimakan," kata Ricky di sela-sela acara Media Drive Wuling Eksion di Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).

"Jadi itu keuntungan dari kami yang bisa memproduksi kendaraan secara langsung, sehingga sudah siap di diler dan sudah bisa diserahterimakan tanpa menunggu waktu yang lama," lanjutnya.

Sementara itu, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors Brian Gomgom menyatakan bahwa penerimaan pasar terhadap Wuling Eksion sejauh ini cukup baik. Hal ini tercermin dari jumlah pemesanan yang diklaim telah mencapai 1.500 unit.

Baca juga: Toyota Innova Reborn Kembali Pimpin Penjualan, Kalahkan Zenix Sepanjang Mei 2026

Angka tersebut merupakan bagian dari konsumen awal yang masih menikmati harga khusus dari kuota 2.000 pembeli pertama Wuling Eksion. Adapun untuk unit yang sudah dikirimkan saat ini mencapai sekitar 800 hingga mendekati 1.000 unit.

"Sudah ada di angka 1.500 unit. Jadi masih ada beberapa lagi untuk menikmati early bird price dan package juga. Untuk pengiriman memang sudah kami mulai, saat ini angkanya sekitar 800 unit dan menuju 1.000 unit dengan SPK sudah 1.500 unit. Jadi secara bertahap kami akan penuhi semua yang sudah melakukan pemesanan," ujar Gomgom.

Soal harga, Gomgom menjelaskan bahwa kenaikan pasti akan terjadi setelah kuota 2.000 unit terpenuhi. Namun, besaran kenaikan baru akan diinformasikan secara resmi setelah jumlah tersebut tercapai. Ketika ditanya apakah kenaikan berada di kisaran Rp10 juta, Gomgom tidak menampik kemungkinan tersebut.

Baca juga: Merek China Kuasai Hampir 90 Persen Pasar EV Indonesia, Penjualan Melonjak 95,9 Persen

"Ada informasi memang naiknya di angka itu (Rp10 juta), tapi nanti besarannya akan kami informasikan setelah SPK-nya menyentuh 2.000 unit," katanya.

 

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru