Triwulan I-2026 Ekspor Produk Halal RI Capai 15,6 Miliar Dolar AS

Reporter : Ferdian
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putr

JATIMPEDIA, Jakarta  - Kinerja ekspor produk halal Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), ekspor produk halal Indonesia pada periode Januari-Maret 2026 mencapai USD 15,64 miliar atau meningkat 2,52 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 


"Adapun struktur ekspor produk halal Indonesia masih didominasi oleh kelapa sawit dan turunannya senilai USD 34,16 miliar, diikuti produk fesyen Muslim sebesar USD 8,67 miliar, serta bahan kimia untuk kosmetik halal yang mencapai USD 5,46 miliar," kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri dalam siaran pers, dikutip Senin (1/6).

Baca juga: Ekspor Kakao Indonesia Tahun 2025 Tembus 3,60 Miliar Dolar AS


Sementara itu, negara tujuan utama ekspor produk halal Indonesia antara lain Tiongkok dengan nilai USD 10,73 miliar dan Amerika Serikat (AS) sebesar USD 10,16 miliar. Berikutnya, India senilai USD 5,07 miliar, dan Malaysia yang mencapai USD 3,21 miliar.

Untuk mendukung peningkatan ekspor, Kemendag terus memperkuat berbagai instrumen fasilitasi perdagangan yang salah satunya melalui program usaha mikro, kecil, dan menangah (UMKM) BISA Ekspor. 
Pada Januari-April 2026, UMKM BISA Ekspor mencatat 278 kegiatan yang terdiri atas 146 pitching dan 132 pertemuan dengan buyer.

Baca juga: Kemendag Perkuat Kemitraan UMKM Fesyen dengan Ritel Modern


Kegiatan tersebut melibatkan 552 pelaku usaha dan menghasilkan capaian transaksi sebesar USD 107,34 juta yang terdiri atas pesanan pemberlian (purchase order) sebesar USD 11,72 juta dan potensi transaksi senilai USD 95,62 juta.
 
Roro mengungkapkan, Kemendag juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan platform digital Inaexport sebagai etalase produk Indonesia di pasar internasional.
Tidak hanya itu, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan melalui Export Center yang saat ini telah hadir di Surabaya, Makassar, Batam, dan Balikpapan.


Pada kesempatan tersebut, Wamendag Roro turut mengundang para pelaku usaha dan produsen produk halal Indonesia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan diselenggarakan pada 14-18 Oktober 2026.

Baca juga: Mendag Sebut Neraca Surplus Bukti Ketahanan Perdagangan Kuat


Menurutnya, TEI menjadi salah satu sarana strategis untuk memperluas jejaring bisnis dan memperkenalkan produk halal Indonesia kepada pembeli mancanegara.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru