Disdik Bojonegoro Akui Rehab SD-SMP Masih Jadi PR

Reporter : Rofiq
Komisi C DPRD Bojonegoro menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro di ruang komisi

JATIMPEDIA, Bojonegoro  - Komisi C DPRD Bojonegoro menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro di ruang komisi. Rapat tersebut membahas progres pelaksanaan program pendidikan tahun 2026, mulai dari serapan anggaran, pembangunan infrastruktur sekolah, hingga proses Pendaftaran Murid Baru (PMB).


Rapat dipimpin Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, dan dihadiri anggota komisi, Sekretaris Dinas Pendidikan, serta seluruh kepala bidang di lingkungan Disdik Bojonegoro.

Baca juga: BPH Migas Sosialisasikan Pemanfaatan Jargas Untuk Pelabggan Rumah Tangga di Bojonegoro


Dalam pertemuan itu, Komisi C menyoroti masih banyaknya ruang kelas SD dan SMP yang membutuhkan rehabilitasi. DPRD meminta Dinas Pendidikan memiliki komitmen serius untuk menyelesaikan persoalan tersebut.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, mengatakan pihaknya menargetkan proses rehabilitasi sekolah bisa tuntas pada 2029. “Di tahapan PMB masih tahap pemenuhan pagu, sisanya 5 persen dari prestasi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Nanti kami akan rapat dengan kepala sekolah yang belum terpenuhi pagunya untuk mencari solusi bersama,” ujar Anwar.


Selain membahas PMB, rapat juga mencatat sejumlah poin penting terkait pelaksanaan program pendidikan tahun ini. Hingga 18 Mei 2026, serapan anggaran belanja Dinas Pendidikan disebut telah mencapai 26,24 persen.

Baca juga: EMCL dan PIB Bojonegoro Dorong UMKM Lamongan Naik Kelas


Sementara itu, program prioritas pendidikan yang selaras dengan visi dan misi kepala daerah masih dalam tahap review dan progres pelaksanaan.


Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menegaskan persoalan sarana dan prasarana pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
“Disdik masih mempunyai pekerjaan rumah untuk rehab sekolah, dan berkomitmen akan diselesaikan pada tahun 2029,” katanya.

Baca juga: Miris, 4.251 Orang di Kabupaten Bojonegoro Terinfeksi HIV/AIDS


Komisi C juga meminta pembaruan data terkait kondisi infrastruktur SMP agar pembangunan sekolah jenjang SD maupun SMP bisa berjalan merata di seluruh wilayah Bojonegoro.


Adapun Program Bantuan Operasional Satuan Pendidikan Daerah (BOSDA) saat ini disebut telah memasuki tahap progres pelaksanaan dan terus dipantau agar berjalan sesuai target.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru