JATIMPEDIA, Jakarta - Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan hewan kurban untuk kebutuhan Iduladha 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi. Pemerintah mencatat potensi stok hewan kurban nasional mencapai 3,2 juta ekor atau surplus sekitar 891 ribu ekor dibandingkan kebutuhan tahun ini.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan, kebutuhan hewan kurban pada 2026 diperkirakan mencapai 2.355.470 ekor atau meningkat 3,82% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Mentan Amran Dorong Akses Alsintan bagi Buruh Tani, Gresik Dapat Dukungan Traktor dan Irigasi
Sementara itu, potensi ketersediaan hewan kurban nasional mencapai 3.246.790 ekor, sehingga dinilai masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Iduladha.
“Secara nasional ketersediaan hewan kurban cukup. Potensi ketersediaan hewan kurban tahun 2026 mencapai 3.246.790 ekor dengan surplus sekitar 891.320 ekor,” ujar Agung Suganda dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, stok hewan kurban terdiri atas 859.268 ekor sapi, 33.952 ekor kerbau, 1.417.880 ekor kambing, dan 935.690 ekor domba.
Baca juga: Mentan Tegaskan Pabrik Gula Wajib Punya Kebun Tebu Sendiri
Selain memastikan kecukupan stok, pemerintah juga memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular dan zoonosis. Pengawasan dilakukan mulai dari lalu lintas ternak, lokasi penjualan hewan kurban, hingga pemeriksaan ante mortem dan post mortem di tempat pemotongan hewan.
“Kementan akan terus update angka ketersediaan dan kebutuhan hewan kurban dari seluruh provinsi, serta melakukan rekayasa distribusi dari daerah surplus ke daerah minus,” kata Agung.
Baca juga: Petani Tebu Apresiasi Program Kementan, Optimistis Dukung Swasembada Gula
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah strategis menjelang Iduladha 2026. Langkah tersebut meliputi koordinasi nasional dengan pemerintah daerah, sosialisasi kepada pengurus masjid dan panitia kurban, serta digitalisasi pengawasan ternak melalui sistem Lalulintas dan iSIKHNAS.
Menurut Agung, upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman dan memenuhi standar kesehatan masyarakat veteriner. Pemerintah menargetkan masyarakat memperoleh hewan kurban yang sehat, halal, aman, dan higienis selama perayaan Iduladha tahun ini.
Editor : Rizky