25 Persen Pengguna Program PKE Berasal dari Jawa Timur

Reporter : indri fitria
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, saat berbincang dengan awak media terkait industri manufaktur di wilayahnya

JATIMPEDIA, Gresik - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha memanfaatkan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE). Tujuannya agar pelaku usaha dapat melakukan ekspor dengan pembiayaan dari program tersebut.

PKE merupakan penugasan yang diberikan pemerintah kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan dan asuransi. Terutama untuk transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, tetapi dianggap perlu untuk meningkatkan ekspor.

Baca juga: DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Pulihkan Mangrove Mengare

Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI, Sulaeman, mengatakan sejauh ini program tersebut banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha Jawa Timur. “Jumlahnya mencapai 25 persen atau seperempat dari total penyaluran dana PKE,” ujarnya.

Menurut Sulaeman, saat ini terdapat 61 pengusaha di Jawa Timur yang memanfaatkan PKE. “Sebanyak 25 persen atau seperempat dari PKE itu disalurkan di Jawa Timur,” ucapnya.

Sulaeman menambahkan total nilai fasilitas PKE yang disalurkan di provinsi tersebut mencapai sekitar Rp9 triliun. Para penerima manfaat program tersebut kini telah berhasil mengekspor produknya ke lebih dari 30 negara.

Baca juga: Menko AHY Resmikan Kawasan DAK TPPKT Desa Campurejo Gresik

“Jawa Timur ini luar biasa dalam memanfaatkan program pemerintah untuk meningkatkan ekspor melalui PKE,” ujarnya. Salah satunya adalah perusahaan industri makanan dan minuman PT Mega Global Food Industri (Kokola Group).

Perusahaan tersebut memproduksi biskuit dan wafer dan sudah diekspor ke 55 negara. Di antaranya ke Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Filipina sebagai pasar utamanya.

Baca juga: Pemkab Gresik dan Puspa Pinatih Gelar Pelatihan Konselor Sebaya untuk Remaja

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengatakan 30 persen perekonomian di Jawa Timur ditopang oleh industri manufaktur. Kontribusi terbesar diberikan industri makanan dan minuman, yang menyumbang sepertiga dari industri manufaktur di provinsi tersebut.

“Nilai ekspornya mencapai USD2,64 miliar, dengan kontribusi sekitar 8,7 persen,” ujarnya. Emil menambahkan program PKE membuat produk dan pelaku usaha Jawa Timur dapat meningkatkan daya saingnya di pasar internasional.

Editor : Eka Sapto

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru