JATIMPEDIA, Probolinggo - Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk tidak menggunakan LPG 3 kilogram (kg) atau gas melon. Imbauan tersebut juga berlaku bagi pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Bupati Haris, LPG 3 kilogram merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat tertentu, seperti rumah tangga miskin, petani sasaran, nelayan, serta pelaku usaha mikro.
Baca juga: Lestarikan Budaya dan Ekonomi, Pemkot Probolinggo Gelar Festival Gir Sereng
“Saya atas nama kepala pemerintahan Kabupaten Probolinggo mengimbau teman-teman ASN agar secara bijak tidak menggunakan LPG 3 kilogram, juga masyarakat yang mampu,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Selain ASN, Bupati Haris juga memberikan peringatan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak menggunakan LPG subsidi dalam operasional program MBG.
“Teman-teman SPPG dimohon dengan bijak agar tidak menggunakan LPG 3 kilogram. Ini warning, nanti akan kami cek agar tidak sampai terjadi,” tegasnya.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kilogram, Pemkab Probolinggo telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk meningkatkan suplai dan memperlancar distribusi. Namun demikian, penambahan kuota dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan di lapangan.
Baca juga: Jazz Bromo Jadi Jembatan Promosi Potensi Wisata Probolinggo
“Berapa pun penambahan itu selalu terasa kurang dan tidak mencukupi,” ungkapnya.
Dalam upaya pengawasan, Pemkab Probolinggo telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai titik distribusi LPG dalam sepekan terakhir. Pengawasan dilakukan serentak di 24 kecamatan, mulai dari pangkalan hingga agen.
“Kami menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan sidak dan sweeping terkait distribusi LPG, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Tol Probowangi hingga Japek II Disiapkan Jadi Landasan Darurat Jet Tempur
Bupati Haris menegaskan tidak akan mentolerir praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi LPG 3 kilogram yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga di masyarakat.
“Saya tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang mencoba memanfaatkan keberadaan LPG 3 kilogram ini hingga menjadi langka dan mahal,” pungkasnya.
Editor : Rofiq