JATIMPEDIA, Jakarta - PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat realisasi produksi dan penjualan komoditasnya sepanjang 2025 masih di bawah target yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun tersebut. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi oleh insiden operasional yang terjadi pada September 2025.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengungkapkan capaian penjualan untuk dua komoditas utama. Volume penjualan tembaga tercatat sebesar 1,2 miliar pon, atau hanya mencapai sekitar 71�ri target RKAB 2025 sebesar 1,7 miliar pon.
Penyebab utama melesetnya target ini dikarenakan adanya insiden luncuran material basah yang terjadi pada 8 September 2025, yang berdampak pada operasional tambang dan mengakibatkan produksi turun.
"Kami menghentikan total seluruh kegiatan operasional di area tambang pasca-kejadian. Operasi baru dapat dimulai kembali pada 20 Oktober 2025, setelah proses evakuasi dan pemulihan dinyatakan tuntas," jelas Tony Wenas dalam paparannya, dikutip Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Smelter Freeport Mangkrak Lagi? Pakar: Jangan-jangan Tetap Pilih Ekspor Konsentrat
Meski volume penjualan turun, lonjakan harga komoditas di pasar global berhasil menyangga pendapatan perusahaan.
Berkondisi demikian, pendapatan penjualan PTFI sepanjang 2025 tetap mencapai US$8,6 miliar, atau 83�ri target yang ditetapkan.
Baca juga: PT Freeport Indonesia Target Produksi 21 Ton Emas Tahun 2026
"Penerimaan negara tahun 2025 tersebut bahkan melampaui rencana, antara lain karena adanya pembayaran
Editor : Rizky