BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92% Laba 2025

Reporter : Fitri Handayani
Gedung Bank BRI

JATIMPEDIA, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan menyetujui pembagian dividen final yang sangat besar senilai Rp 52,10 triliun untuk tahun buku 2025. Nilai fantastis ini setara dengan 92�ri laba bersih tahun tersebut atau Rp 346 untuk setiap lembar saham yang dimiliki investor.

Pembagian ini melengkapi dividen interim yang telah dibayarkan lebih awal, sehingga total payout ratio untuk kinerja 2025 mencapai level yang sangat tinggi. Sebelumnya, Perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp137 per saham (total Rp20,63 triliun) pada 15 Januari 2026. Dengan keputusan final ini, total dividen yang dibagikan untuk kinerja 2025 mencapai Rp 72,73 triliun.

Baca juga: BRI Pamekasan Salurkan KUR Rp349,14 Miliar hingga Juni 2026

Kebijakan dividen agresif ini menegaskan komitmen kuat BRI dalam memberikan nilai tambah dan return yang optimal bagi pemegang saham, terutama bagi pemerintah sebagai pemegang saham pengendali.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa keputusan ini adalah wujud nyata dari kinerja keuangan yang solid dan pengelolaan risiko yang terjaga. "Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja Perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional," ujar Hery, dikutip Minggu (12/4/2026).

Baca juga: Hingga Juli, Penyaluran KUR Perumahan BRI Capai 88,3 Persen

Kebijakan dividen tersebut mengacu pada laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (attributable net profit) sebesar Rp 56,65 triliun untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. Hery menambahkan bahwa penetapan dividen final ini juga telah mempertimbangkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan.

Lebih dari sekadar pencapaian laba, pembagian dividen besar ini mencerminkan fundamental bisnis BRI yang kuat dan berkelanjutan. "Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan peran Perseroan dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan," tutup Hery.

Baca juga: Tiga Bulan Pertama 2026, BRI Setor ke Negara Rp19,1 Triliun

Di balik keputusan dividen yang masif, kinerja keuangan BRI pada 2025 menunjukkan dinamika tertentu. Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih BRI tahun 2025 tercatat sebesar Rp 57,13 triliun, mengalami penurunan 5,26% secara tahunan (yoy) dari Rp 60,30 triliun di tahun 2024.

Di sisi lain, total aset BRI terus bertumbuh menjadi Rp 2.135,37 triliun. Posisi dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 1.466,84 triliun dengan komposisi dana murah (CASA) yang sangat sehat sebesar 70,61%. Namun, perlu dicatat rasio kredit bermasalah (NPL gross) meningkat menjadi 3,29�n NPL net naik menjadi 0,96%, yang menjadi tantangan tersendiri di tengah lingkungan ekonomi global yang bergejolak.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru