5,52 Juta Penumpang Naik Kapal Laut Selama Lebaran 2026

Reporter : Ferdian
masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 mencapai 5,52 juta orang.

JATIMPEDIA, Jakarta  -Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 mencapai 5,52 juta orang. Angka ini tumbuh signifikan 15,32 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan bahwa di tengah peningkatan signifikan tersebut, layanan penyeberangan tetap beroperasi secara optimal. Kinerja ini tercermin dari kelancaran arus layanan yang terjaga, serta distribusi trafik yang semakin merata di berbagai lintasan, termasuk pada hari-hari puncak arus mudik dan balik.

Baca juga: Hari Ini ASDP Terapkan Sterilisasi di Enam Pelabuhan Utama

"Capaian kelancaran layanan serta distribusi trafik semakin merata, bahkan pada puncak arus, merupakan hasil kesiapan operasional yang dirancang secara komprehensif sebelum periode Angkutan Lebaran dimulai. Optimalisasi armada yang didukung penguatan digitalisasi layanan menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja penyeberangan tetap andal," ujar Heru dalam keterangannya, dikutip Kamis (2/4/2026).

Secara kumulatif sejak H-8 hingga H+8 Lebaran pada pukul 06.00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4.722.213 orang atau naik 6,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 4.430.006 orang. Sementara, total kendaraan tercatat 1.215.273 unit atau meningkat 8 persen dibandingkan 1.125.178 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam pelaksanaannya, lintasan Jawa-Sumatera-Bali tetap menjadi simpul vital pergerakan nasional. Berbagai langkah antisipatif dilakukan secara terukur, mulai dari pengaturan pola operasi kapal berbasis kebutuhan harian, penerapan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) saat terjadi kepadatan, hingga kebijakan stimulus berupa diskon tarif dan single tarif (tarif tetap).

Baca juga: ASDP Berkontribusi Bagi Pengembangan Wilayah 3T

Keberhasilan ini juga diperkuat oleh koordinasi intensif lintas sektor. Heru menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam menjaga kelancaran layanan. "[Kami mengapresiasi] kolaborasi erat antara Indonesia, BP BUMN, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kemenko PMK, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kepolisian RI, TNI, BUMN transportasi, asosiasi penyeberangan, serta seluruh masyarakat pengguna jasa ferry," imbuhnya.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa dinamika operasional juga terjadi pasca berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB). "Pasca dibukanya kembali pembatasan tersebut, terjadi lonjakan signifikan kendaraan logistik yang masuk ke pelabuhan, khususnya di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk dengan kondisi antrian 3-10 kilometer. [Kondisi antrean ini] berdampak pada peningkatan antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan," jelas Heru.

Baca juga: Kemenhub Siap Operasikan 107 Trayek Kapal Perintis, Perkuat Konektivitas

Secara akumulatif, realisasi penumpang yang telah kembali ke Pulau Jawa dari Sumatra pada periode 22 Maret hingga 30 Maret 2026 pukul 06.00 WIB (H s.d H+8) mencapai 814.821 orang atau 99 persen dibandingkan total penumpang yang berangkat dari Jawa ke Sumatra pada arus mudik (H-8 s.d H) sebanyak 822.950 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali dari Sumatra ke Pulau Jawa pada periode yang sama tercatat sebanyak 218.822 unit atau mencapai 100 persen dibandingkan jumlah kendaraan yang berangkat saat arus mudik sebanyak 219.183 unit. 

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru