ASDP Prediksi Puncak Arus Balik Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Terjadi 26-29 Maret

Reporter : Satriyo
ASDP memprediksi puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk terjadi pada 26-29 Maret 2026.

JATIMPEDIA, Banyuwangi - Wakil Direktur Utama PT Indonesia Ferry (ASDP), Yossianis Marciano menyebut puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) diprediksi terjadi pada 26-29 Maret 2026.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menentukan waktu perjalanan saat arus balik," kata dia dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.

Baca juga: Hari Ini ASDP Terapkan Sterilisasi di Enam Pelabuhan Utama

Yossi juga mengimbau kepada para pengguna jasa di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu di luar periode puncak arus balik, sehingga perjalanan tetap nyaman tanpa harus menghadapi antrean.

Selain itu, lanjut dia, penting pula pembelian tiket secara mandiri melalui platform digital Ferizy, serta memastikan kedatangan di pelabuhan sesuai jadwal pada tiket.

Baca juga: ASDP Berkontribusi Bagi Pengembangan Wilayah 3T

"Saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, pengguna jasa wajib membeli tiket melalui Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60 keberangkatan. Hindari pembelian melalui calo atau agen tidak resmi untuk mencegah potensi kerugian," ucap Yossi.

Dia menyampaikan agar pengguna jasa mengisi data identitas secara lengkap dan benar saat pemesanan tiket guna mendukung akurasi manifest dan keselamatan pelayaran.

Baca juga: Jaga Konektivitas 3T, ASDP Kembali Buka Layanan Perintis di NTT

Pergerakan arus balik hingga H+1 Lebaran 2026 di penyeberangan Selat Bali itu, kata Yossi, mulai meningkat, namun di layanan di Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk tetap berlangsung lancar, tertib dan berada dalam kendali optimal.

"Sejak akhir pekan, arus kendaraan bergerak dengan ritme yang stabil tanpa lonjakan antrean signifikan, ini juga ditopang oleh pengaturan operasional yang adaptif, kesiapan armada, serta orkestrasi layanan yang terkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya," ujar dia.

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru