Digelar Selama Tujuh Berturut-turut

Banyuwangi Kembali Gelar Ritual Seblang Olehsari Untuk Tolak Bala

Reporter : Satriyo
Ritual tarian Seblang Olehsari di Kabupaten Banyuwangi, kembali digelar sebagai bentuk prosesi tolak bala sekaligus ritual bersih desa agar masyarakat terhindar dari marabahaya mulai Senin

JATIMPEDIA, Banyuwangi  - Ritual tarian Seblang Olehsari di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali digelar sebagai bentuk prosesi tolak bala sekaligus ritual bersih desa agar masyarakat terhindar dari marabahaya mulai Senin (23/3) hingga Minggu (29/3).

Tari Seblang Olehsari ini rutin dilaksanakan tiap awal Bulan Syawal di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, dan tradisi ini berlangsung selama tujuh hari berturut-turut.

Baca juga: Kabupaten Banyuwangi Diproyeksikan Ikuti Penilaian HAM Nasional

"Banyuwangi sangat kaya akan tradisi adat dan budayanya, kami akan tetap berupaya melestarikan tradisi ini sebagai warisan leluhur," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Selasa.

Dia mengapresiasi eksistensi ritual tarian Seblang Olehsari dan kekayaan adat seperti Seblang merupakan fondasi kuat bagi identitas budaya di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

"Selain menjadi tradisi masyarakat, Seblang Olehsari juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berlibur di Banyuwangi selama libur Lebaran ini," kata Bupati Ipuk.

Sementara Kepala Desa Olehsari, Joko Mukhlis mengaku bersyukur melihat antusiasme masyarakat serta kelancaran kegiatan ritual tarian Seblang Olehsari.

"Saya sangat bersyukur ritual adat Seblang Olehsari tahun ini berlangsung lancar, dan ritual sakral ini dapat disaksikan oleh masyarakat luas, baik warga lokal maupun luar Banyuwangi," kata Joko.

Baca juga: BPJS Kesehatan Meluncurkan Program NADI JKN di Banyuwangi

 

Ritual tarian adat yang diwariskan secara turun temurun itu, tahun ini memiliki penari baru, dan setiap tahunnya sukses menjadi magnet ribuan wisatawan dari berbagai daerah.

Seblang Olehsari merupakan warisan leluhur yang kental dengan nuansa mistis, karena sang penari dalam kondisi tidak sadar, yang dipercaya raga penari dirasuki oleh energi leluhur yang menuntun setiap gerakannya.

Tahun ini, yang menjadi daya tarik tersendiri salah satunya adalah sosok penari baru, yakni Sayu Apriliani, yang merupakan putri dari pasangan Muhammad Putra Wahyudi dan Irawati.

Baca juga: Bupati Ipuk : Desa Kemiren Banyuwangi Dapat Pendampingan Khusus Kemenpar

Gadis 20 tahun tersebut menjalani debut perdananya sebagai penari Seblang setelah menggantikan Putri Ramadhani yang telah menunaikan tugasnya selama tiga tahun terakhir.

 

Pemilihan penari tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui prosesi supranatural, di mana sang penari harus memiliki garis keturunan dari para pendahulunya.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru