Pelabuhan Ketapang Kembali Diserbu Wisatawan ke Bali

Reporter : Satriyo
Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi kembali dipadati kendaraan yang akan menyeberang ke Gilimanuk, Bali

JATIMPEDIA, Banyuwangi - Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang kembali normal setelah sempat dihentikan selama 37 jam dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Tak lama setelah dibuka, pelabuhan langsung dipadati ribuan kendaraan yang hendak menyeberang.

Mayoritas kendaraan didominasi oleh wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi menuju Pulau Bali. Antrean panjang terlihat di area parkir pelabuhan, dengan kendaraan menunggu giliran naik ke kapal dari puluhan armada yang beroperasi.

Baca juga: Kabupaten Banyuwangi Diproyeksikan Ikuti Penilaian HAM Nasional

Salah satu wisatawan asal Surabaya, Kiki Wirawan, mengaku telah datang sejak dini hari demi mendapatkan giliran lebih awal.

“Saya sudah antre sejak pukul 04.30 WIB. Sekitar dua jam menunggu sebelum akhirnya bisa naik kapal. Ini untuk liburan ke Bali,” ujarnya.

Kiki mengungkapkan dirinya sudah mengetahui jadwal penutupan pelabuhan saat Nyepi. Ia bersama keluarga memilih menginap terlebih dahulu di Banyuwangi sambil menikmati wisata pantai setempat.

“Memang sudah direncanakan. Kami menginap semalam sambil menikmati suasana sore di Banyuwangi,” tambahnya.

Lonjakan kendaraan menyebabkan antrean mengular hingga sekitar satu kilometer di jalur utama Banyuwangi–Situbondo menuju pintu masuk pelabuhan.

Baca juga: BPJS Kesehatan Meluncurkan Program NADI JKN di Banyuwangi

Untuk mengurai kepadatan, sebanyak 34 kapal yang beroperasi di enam dermaga diberlakukan sistem Tiba Bongkar Muat (TBB), yaitu kapal langsung melakukan bongkar muat tanpa menunggu jadwal tetap.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menjelaskan bahwa skema tersebut efektif mempercepat arus kendaraan.

Menurutnya, pola TBB sebelumnya juga terbukti mampu mengurangi kemacetan di sekitar pelabuhan Pelabuhan Gilimanuk dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Bupati Ipuk : Desa Kemiren Banyuwangi Dapat Pendampingan Khusus Kemenpar

ASDP pun memperkuat koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi kepadatan serupa di jalur menuju pelabuhan. Fokus utama diarahkan pada pengendalian arus kendaraan agar tetap lancar dan terkendali selama periode arus mudik dan libur panjang.

“ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, lancar, dan humanis. Kami terus memastikan perjalanan masyarakat berlangsung tertib dan nyaman hingga masa Angkutan Lebaran selesai,” ujar Yossianis.

Pihaknya juga mengimbau para pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di lapangan, memanfaatkan buffer zone yang tersedia, serta mengatur waktu perjalanan secara bijak guna menjaga kelancaran bersama.

Editor : Arif

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru