JATIMPEDIA, Gresik - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik yang berada di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) terus menunjukkan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gresik.
Dalam sebuah forum yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, External Relation and Special Economic Zone Director KEK Gresik-JIIPE, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, memaparkan berbagai program yang dijalankan kawasan industri tersebut untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar.
Baca juga: KEK Gresik Gaet Investasi Rp9,8 Triliun, Jadi Motor Capaian KEK Nasional
Menurutnya, KEK Gresik berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada lima pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, lingkungan, serta pembangunan infrastruktur sosial bagi masyarakat sekitar kawasan.
“Program CSR kami dirancang agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, baik melalui peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan fasilitas sosial,” ujarnya.
Kontribusi KEK Gresik terhadap pembangunan daerah juga tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gresik yang terus menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Data menunjukkan IPM Gresik meningkat dari 77,30 pada 2021 menjadi 79,69 pada 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat.
Selain itu, keberadaan KEK Gresik juga berdampak pada penurunan tingkat pengangguran di daerah tersebut. Dalam lima tahun terakhir, angka pengangguran berhasil ditekan secara signifikan dari 8,00 persen menjadi 5,47 persen.
Capaian ini menunjukkan bahwa KEK Gresik semakin berkembang sebagai pusat investasi industri baru yang mendukung hilirisasi serta penguatan rantai pasok industri nasional. Kehadiran berbagai industri di kawasan tersebut turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, dalam keynote speech-nya menyampaikan bahwa kondisi ekonomi makro Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup solid.
“Secara umum, angka indikator makro Indonesia masih cukup bagus. Data BPS menunjukkan inflasi masih terkendali meskipun secara siklus mengalami kenaikan. PMI juga meningkat cukup tinggi di atas 53, yang merupakan salah satu level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai indikator ekonomi lainnya seperti indeks keyakinan konsumen, indikator ritel, serta daya beli masyarakat juga menunjukkan tren yang cukup baik. Menurutnya, kondisi tersebut menandakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Baca juga: JIIPE Gresik Diakui sebagai Kawasan Industri Penggerak Investasi Berkelanjutan
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, turut memaparkan dampak keberadaan KEK terhadap perekonomian daerah, termasuk perbandingan indikator ekonomi antara wilayah yang memiliki KEK dan wilayah yang belum memiliki KEK.
Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di 25 KEK di Indonesia tercatat mencapai Rp82,6 triliun atau sekitar 98 persen dari target yang telah ditetapkan. Dari sisi ketenagakerjaan, kawasan tersebut berhasil menyerap sebanyak 88.541 tenaga kerja, bahkan melampaui target yang direncanakan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa KEK terus berkembang sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah,” kata Rizal.
Kajian yang dilakukan oleh Prospera bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia juga menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki KEK mampu menarik investasi hingga 77 persen lebih tinggi dibandingkan wilayah non-KEK. Selain itu, wilayah KEK mampu menyerap tenaga kerja hingga 52 persen lebih besar, sementara untuk KEK industri, investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) bahkan dapat mencapai sekitar 179 persen lebih tinggi.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Moh. Edy Mahmud, menegaskan bahwa KEK memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan investasi, ekspor, serta penciptaan lapangan kerja.
Baca juga: PT BKMS Dukung Penguatan Kemitraan Sentra IKM Logam Menganti
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada tahun 2029, di mana KEK diharapkan menjadi salah satu motor penggerak utama dalam mencapai target tersebut.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pendataan di KEK, karena pada dasarnya hal tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB),” ujar Edy.
Melalui kegiatan kolaborasi ini, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK berharap dapat memperkuat kemitraan dengan media massa dalam menyampaikan informasi yang akurat, kredibel, dan berbasis data kepada publik.
Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kontribusi KEK dalam mendorong investasi, peningkatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan transformasi ekonomi nasional maupun daerah.
Editor : Taufiq