PLN Akan Bangun PLTA Pumped Storage 1.000 MW di Pacitan

Reporter : Rini

JATIMPEDIA, Pacitan  - PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi transisi energi bersih melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage Grindulu, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, berkapasitas 1.000 megawatt (MW).

"Proyek ini diproyeksikan menjadi PLTA pumped storage terbesar kedua di Indonesia," kata General Manager PLN UIP JBTB Moh Fathol Arifin di Surabaya, Jatim, Rabu.

Baca juga: Dapatkan Promo Tambah Daya Listrik dengan Kunjungi Both PLN di GIIAS 2026

Fathol mengatakan proyek PLTA Pumped Storage Grindulu merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung target pemerintah menuju net zero emission.

Menurutnya, infrastruktur ini bukan sekadar pembangkit, melainkan solusi penyimpanan energi masa depan.

Ia menjelaskan PLTA Pumped Storage Grindulu akan menjadi tulang punggung baru bagi sistem kelistrikan di wilayah Jawa bagian timur dan Bali.

Dengan kapasitas 1.000 MW, proyek ini berperan vital dalam menjaga stabilitas pasokan listrik dari sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten.

Manajer PLN UPP JBTB 1 Yogyakarta Wahyu Kurniawan menuturkan proyek ini merupakan bagian krusial dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

 

Baca juga: PLN Jatim Perluas Pemanfaatan SPKLU Untuk Mahasiswa UMM

Saat ini, kata dia, PLN sedang menyiapkan uji kelayakan atau feasibility study untuk pembangunan di Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, dan Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo.

"PLN berharap proyek ini memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal Pacitan," katanya.

Berbeda dengan PLTA konvensional, teknologi pumped storage berfungsi sebagai sistem penyimpanan energi skala besar atau giant battery.

Sistem ini memiliki dua waduk (atas dan bawah) yang dihubungkan melalui terowongan air dan unit turbin pompa, sehingga sangat efektif untuk menjaga keandalan sistem saat beban puncak.

Baca juga: PLN dan IT PLN Beri Pelatihan Energi Terbarukan Bagi Siswa SMA

 

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji pun mendukung penuh rencana tersebut karena akan menempatkan Pacitan sebagai pusat inovasi energi di Indonesia.

"Ini adalah tantangan sekaligus peluang besar. Saya meyakini ada keuntungan jangka panjang bagi daerah karena ini adalah teknologi baru. Saya berharap proyek ini berjalan lancar dan Pacitan dapat menjadi percontohan pengembangan energi bersih di tingkat nasional," ujar Indrata.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru