JATIMPEDIA, Pacitan - PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi transisi energi bersih melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage Grindulu, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, berkapasitas 1.000 megawatt (MW).
"Proyek ini diproyeksikan menjadi PLTA pumped storage terbesar kedua di Indonesia," kata General Manager PLN UIP JBTB Moh Fathol Arifin di Surabaya, Jatim, Rabu.
Baca juga: PLN UIT JBM Beri Dukungan Moral untuk Anak Pejuang Kanker di Surabaya
Fathol mengatakan proyek PLTA Pumped Storage Grindulu merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung target pemerintah menuju net zero emission.
Menurutnya, infrastruktur ini bukan sekadar pembangkit, melainkan solusi penyimpanan energi masa depan.
Ia menjelaskan PLTA Pumped Storage Grindulu akan menjadi tulang punggung baru bagi sistem kelistrikan di wilayah Jawa bagian timur dan Bali.
Dengan kapasitas 1.000 MW, proyek ini berperan vital dalam menjaga stabilitas pasokan listrik dari sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten.
Manajer PLN UPP JBTB 1 Yogyakarta Wahyu Kurniawan menuturkan proyek ini merupakan bagian krusial dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
Baca juga: Dukung Kelancaran Muktamar NU, PLN Siagakan 77 Personel
Saat ini, kata dia, PLN sedang menyiapkan uji kelayakan atau feasibility study untuk pembangunan di Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, dan Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo.
"PLN berharap proyek ini memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal Pacitan," katanya.
Berbeda dengan PLTA konvensional, teknologi pumped storage berfungsi sebagai sistem penyimpanan energi skala besar atau giant battery.
Sistem ini memiliki dua waduk (atas dan bawah) yang dihubungkan melalui terowongan air dan unit turbin pompa, sehingga sangat efektif untuk menjaga keandalan sistem saat beban puncak.
Baca juga: 92.256 Penerima Manfaat di Pacitan Terima Bantuan Pangan dari Bulog
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji pun mendukung penuh rencana tersebut karena akan menempatkan Pacitan sebagai pusat inovasi energi di Indonesia.
"Ini adalah tantangan sekaligus peluang besar. Saya meyakini ada keuntungan jangka panjang bagi daerah karena ini adalah teknologi baru. Saya berharap proyek ini berjalan lancar dan Pacitan dapat menjadi percontohan pengembangan energi bersih di tingkat nasional," ujar Indrata.
Editor : Rizky