JATIMPEDIA, Gresik - Panitia Kerja (Panja) Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI memberikan apresiasi atas kinerja PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA), perusahaan hulu minyak dan gas bumi yang berada di bawah Subholding Gas Pertamina.
PGN SAKA dinilai berhasil mencatatkan produksi yang melampaui target APBN sekaligus menunjukkan konsistensi dalam penerapan pengelolaan lingkungan berstandar internasional.
Baca juga: Sumur Migas Pangkah Gresik Bikin Pertamina Optimistis, Produksi Tembus 2.443 Barel per Hari
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Tim Panja Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, saat melakukan kunjungan kerja ke Onshore Processing Facility (OPF) Saka Indonesia Pangkah Limited di Gresik, Jawa Timur, Kamis (5/2/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung implementasi pengelolaan lingkungan hidup yang terintegrasi dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), keandalan operasi, serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.
Komisi XII DPR RI menilai operasional hulu migas PGN SAKA telah sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Dalam kegiatan tersebut, Putri didampingi jajaran Direksi PGN SAKA, antara lain Direktur Utama Intan Fauzi, Direktur Operasi Achmad Agus Miftakhurrohman, serta Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis M. Atras Mafazi.
Turut hadir perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut Sayid Muhadhar; Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Nurcholis; Kepala DLH Kabupaten Gresik Sri Subaidah; Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan; serta para pemangku kepentingan lainnya.
Tim Panja Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI juga melakukan peninjauan lapangan terhadap penerapan standar operasional mitigasi risiko lingkungan, sekaligus berdialog mengenai pengelolaan lingkungan di sektor hulu migas.
Baca juga: BPH Migas Sosialisasikan Pemanfaatan Jargas Untuk Pelabggan Rumah Tangga di Bojonegoro
“PGN SAKA membuktikan bahwa peningkatan kinerja hulu migas dapat berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Komisi menilai komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, pengurangan emisi, dan penerapan prinsip keberlanjutan layak diapresiasi,” ujar Putri dalam keterangan pers.
Apresiasi tersebut diberikan karena PGN SAKA dinilai mampu menjalankan kegiatan operasional secara aman, andal, dan patuh regulasi, serta menjaga keseimbangan antara target produksi, perlindungan lingkungan, dan tanggung jawab sosial di tengah tantangan industri energi.
Selain melampaui target produksi APBN, PGN SAKA secara konsisten menerapkan sistem manajemen lingkungan berstandar internasional yang dibuktikan melalui sertifikasi ISO 14001:2015. Sertifikasi ini menegaskan penerapan sistem pengelolaan lingkungan yang terstruktur, terdokumentasi, dan berkelanjutan.
“Melalui program penanaman dan konservasi mangrove, PGN SAKA juga meraih penghargaan Pilot Project Low Carbon Initiative (LCI) dari SKK Migas. Capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjadikan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari strategi bisnis,” ujar Direktur Utama PGN SAKA, Intan Fauzi.
Baca juga: EMCL dan PIB Bojonegoro Dorong UMKM Lamongan Naik Kelas
Penghargaan LCI tersebut mencakup penanaman 120.000 pohon mangrove secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal, yang didukung peta jalan restorasi jangka panjang di Banyuurip Mangrove Center, Gresik.
Sejalan dengan kebijakan pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE), PGN SAKA juga memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya di sejumlah fasilitas operasional, yakni Well Head Platform (WHP)-C, WHP-D, dan West Pangkah. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi dekarbonisasi perusahaan untuk menekan emisi gas rumah kaca.
Melalui pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dengan kinerja operasional, PGN SAKA terus memperkuat perannya sebagai perusahaan hulu migas nasional yang bertanggung jawab, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Editor : Taufiq