JATIMPEDIA, Gresik - Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menjadi destinasi istimewa bagi rombongan Explore Business Harian Disway yang dipimpin Dahlan Iskan. Kunjungan tersebut membuka wawasan peserta tentang potensi besar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terintegrasi dan berpeluang luas bagi pengembangan jaringan usaha.
JIIPE merupakan kawasan ekonomi khusus seluas 3.000 hektare yang dilengkapi fasilitas penunjang dan layanan investasi terpadu. Direktur SEZ dan Hubungan Eksternal JIIPE, Rr Ayu Yayuk Dwi Hastuti, menjelaskan seluruh kebutuhan industri telah tersedia dalam satu kawasan.
Baca juga: KEK Gresik Gaet Investasi Rp9,8 Triliun, Jadi Motor Capaian KEK Nasional
“Mulai dari listrik, gas, air bersih, hingga layanan keimigrasian dan bea cukai sudah terintegrasi di sini,” ujar Ayu saat menerima rombongan Explore Business Harian Disway.
JIIPE terbagi ke dalam beberapa zona, meliputi kawasan industri, kawasan pelabuhan, serta kawasan perumahan karyawan. Perumahan sengaja ditempatkan di dalam area JIIPE untuk mengakomodasi kebutuhan sekitar 42 ribu tenaga kerja, sekaligus memudahkan mobilitas dan efisiensi operasional.
Keunggulan lain JIIPE adalah penyediaan listrik dari pembangkit tenaga surya terapung (solar apung) yang direncanakan berada di area dekat pelabuhan. Pelabuhan JIIPE sendiri merupakan pelabuhan laut dalam yang mampu disandari kapal bertonase besar.
Baca juga: JIIPE Gresik Diakui sebagai Kawasan Industri Penggerak Investasi Berkelanjutan
Saat ini, JIIPE telah menarik berbagai tenant nasional dan internasional. Bank Indonesia tercatat telah mendirikan kantor di kawasan tersebut. Selain itu, PT Freeport Indonesia juga membangun fasilitas industri, disusul perusahaan-perusahaan asal China, Jepang, Swiss, Amerika Serikat, dan negara lainnya, termasuk pabrik kaca dari China yang telah beroperasi.
Khusus kawasan pelabuhan seluas 406 hektare, JIIPE ditetapkan sebagai kawasan khusus sesuai peraturan pemerintah. Di area ini tersedia conveyor yang menghubungkan langsung pelabuhan dengan pabrik, sehingga mempercepat dan mengefisienkan proses logistik.
Hingga kini, JIIPE menaungi 32 pelaku usaha, dengan 17 tenant aktif. Sebagai Proyek Strategis Nasional, JIIPE dirancang untuk menjawab kebutuhan Industri 4.0 melalui konektivitas multimoda, utilitas satu pintu, serta perizinan lingkungan dan konstruksi yang cepat.
Baca juga: PT BKMS Dukung Penguatan Kemitraan Sentra IKM Logam Menganti
Status KEK memberikan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal, seperti pajak penghasilan yang lebih rendah, kemudahan bea cukai, perizinan satu pintu, serta fleksibilitas ketenagakerjaan. Integrasi fasilitas dan lokasi strategis JIIPE diharapkan mampu menurunkan biaya logistik nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Explore Business Harian Disway juga diajak berkeliling kawasan KEK JIIPE hingga ke pelabuhan internasional, meninjau area rencana solar apung, serta melihat langsung aktivitas industri yang telah berjalan.
Editor : Taufiq