Jelang Mudik Lebaran, KAI Tambah Perjalanan Kereta hingga Diskon Tiket

Reporter : Ferdian
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bakal menambah 62 perjalanan kereta api (KA) setiap hari selama masa angkutan mudik Lebaran 2026.

JATIMPEDIA, Surabaya  - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bakal menambah 62 perjalanan kereta api (KA) setiap hari selama masa angkutan mudik Lebaran 2026.

Kebijakan penambahan layanan ini merupakan langkah antisipatif untuk menampung lonjakan permintaan yang diprediksi mencapai jutaan penumpang, khususnya pada periode puncak arus mudik dan arus balik.

Baca juga: KA Sangkuriang Perkuat Konektivitas Dengan Kota Strategis

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memaparkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-4 Lebaran, yakni 22 Maret 2026. Sementara, puncak arus balik diprediksi jatuh pada 28 Maret 2026.

"Kita memulai masa mudik ini dari tanggal 11 Maret sampai dengan tanggal 4 April. Jumlah hari operasi kita itu ada 22 hari secara totalnya," kata Bobby, dikutip Rabu (28/1/2026).

Guna mendukung kelancaran operasional selama periode tersebut, KAI telah menyiagakan lebih dari 2.700 unit sarana perkeretaapian, yang meliputi lokomotif, kereta, dan gerbong.

Tak hanya menambah frekuensi perjalanan, KAI juga menyiapkan program diskon tiket untuk meningkatkan minat masyarakat dan meringankan beban pemudik.

Pola diskon yang akan diterapkan mengacu pada kebijakan sukses periode Natal dan Tahun Baru, yaitu potongan harga sebesar 30 persen yang berlaku untuk tiket kereta api kelas ekonomi jarak jauh.

"Kita di angkutan Lebaran ini mengalokasikan 1,2 juta tempat duduk yang nantinya itu mengikuti pola sebelumnya," kata Bobby.

Baca juga: Honda AT Family Day Semarakkan 11 Kota di Jawa Timur

Di sisi lain, KAI juga tengah mematangkan persiapan program angkutan motor gratis (car train) untuk pemudik. Saat ini, KAI sedang menyiapkan aspek teknis dan berkoordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan terkait kesiapan sarana, prasarana, dan regulasi pendukungnya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan operasional, KAI telah menyusun strategi mitigasi menghadapi potensi gangguan alam seperti banjir, longsor, dan rob yang kerap mengancam perjalanan kereta.

Berdasarkan pemetaan risiko, KAI telah menetapkan sejumlah titik jalur kereta api sebagai Daerah Dalam Pengawasan Khusus (Gapsus) yang rawan terdampak cuaca ekstrem.

Bobby menjelaskan, mitigasi dilakukan dengan pendekatan ganda. Secara teknis, KAI melakukan pekerjaan perbaikan dan peninggian badan rel (elevasi) di titik-titik rawan banjir tahunan.

Baca juga: Tiga Direksi Baru PDAM Surya Sembada Ditetapkan Pemkot Surabaya

"Ada yang kita angkat 15 sentimeter, ada 20 sentimeter, ada 30 sentimeter. Bahkan yang kemarin di Pekalongan, kita mengangkat sampai dengan 50 sentimeter sepanjang 600 meter," jelasnya.

Sementara dari sisi nonteknis, KAI akan menempatkan lebih dari 1.100 petugas tambahan selama masa angkutan Lebaran. Mereka akan ditugaskan khusus untuk memantau secara ketat daerah-daerah dalam pengawasan khusus (Gapsus).

"Jika terjadi sesuatu di sana, maka petugas-petugas inilah yang akan melakukan prediksi berapa lama service atau operation recovery. Nah dengan demikian kami bisa mengatur ulang kembali perjalanan kereta," pungkasnya. 

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru