JATIMPEDIA, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Desember 2025 ditutup tumbuh single digit atau sebesar 9,69% year on year (yoy). Meski begitu, angka itu lompat dari bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 7,74% yoy dan berhasil masuk dalam kisaran target yang ditetapkan Bank Indonesia (BI).
"Kredit perbankan pada 2025 tumbuh sebesar 9,96%, berada dalam perkiraan kisaran Bank Indonesia sebesar 8-11%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Cadangan Devisa Indonesia Kembali Menyusut Jadi 145,3 Miliar Dolar AS
Perry menerangkan, pada 2025, kredit investasi tumbuh 21,06% yoy, kredit modal kerja naik 4,52% yoy, dan kredit konsumsi meningkat 6,58% yoy. "Capaian tersebut sesuai dengan upaya Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga dan memperkuat kebijakan insentif likuiditas makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah di tengah kondisi makro dan keuangan yang terjaga," kata Perry.
Dalam analisa BI, dari sisi permintaan, pelaku usaha perlu terus didorong untuk melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan. Kredit yang menganggur ini tercatat masih cukup besar pada Desember 2025 yaitu mencapai Rp 2.439,2 triliun atau 22,12�ri plafon kredit yang tersedia.
Sementara dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai ditopang oleh rasio alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57�n dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh tinggi sebesar 13,83% pada Desember 2025.
Baca juga: BI Surabaya Bersama TNI AL Lepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Mandiri Jatim
Selain itu minat penyaluran kredit perbankan terus membaik, tercermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirements) yang semakin longgar.Â
Kecuali, pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.
Baca juga: OJK : Aset Industri Keuangan Syariah Capai Rekor Rp3.131 Triliun
Bank Indonesia ke depan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mendorong kredit lebih lanjut. Di samping itu, koordinasi juga dilakukan untuk memperbaiki struktur suku bunga.
"Dan diperkirakan pertumbuhan kredit pada tahun 2026 akan semakin tinggi yaitu pada kisaran 8-12%, pungkasnya.
Editor : Rizky