JATIMPEDIA, Malang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan kasus influenza A H3N2 Subclaude K atau superflu dalam kondisi terkendali dan semua pasien telah dinyatakan sembuh.
"Satu di September, satu di Oktober, kemudian sisanya di November. Itu (pasien) sudah termonitor terkendali dan dalam kondisi sembuh," kata Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif ditemui di Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.
Baca juga: Harga Ayam, Beras dan Emas Picu Inflasi Malang 0,39 Persen
Seluruh orang yang sempat menjalani kontak erat dengan pasien juga sudah dilakukan pemeriksaan.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, jumlah kasus superflu di Jawa Timur total mencapai 18 orang dan 17 diantaranya ada di Kota Malang.
Husnul menjelaskan temuan kasus tersebut berasal dari hasil pemeriksaan dan pengambilan sampel terhadap pasien dengan gejala influenza like illness (ILI) di Puskesmas Dinoyo dan severe acute respiratory infection (SARI) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar.
Sampel pasien diambil dalam rentang waktu tiga bulan, yakni September, Oktober, dan November.
Baca juga: Pemkab Malang Droping 824 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
"ILI ada gejala batuk, demam, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, suhu di atas 38 derajat. Di RSSA (RS Saiful Anwar) itu SARI, jadi gejala sindrom infeksi yang berat," ujarnya.
Kemudian, sampel yang telah diambil oleh petugas dari dua fasilitas kesehatan di Kota Malang dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) untuk dilakukan pemeriksaan dan diteruskan ke Balai Besar Laboratorium Biologi di Jakarta untuk dilakukan pengurutan genome keseluruhan atau whole genome sequencing (WGS).
Penggunaan metode WGS untuk benar-benar memastikan apakah sampel pasien yang diambil terpapar super flu atau tidak.
Baca juga: Bekali Pelajar Jadi Agen #Cari_Aman, MPM Honda Jatim Gelar Bootcamp di Malang
"Desember dan Januari belum dapat informasi," ucapnya.
Meski dinyatakan terkendali, Dinkes Kota Malang tetap melakukan edukasi kepada masyarakat tentang superflu. Hal itu untuk mengantisipasi munculnya kekhawatiran dan keresahan publik terhadap penyakit ini, sama seperti saat mewabahnya COVID-19.
Publik juga diingatkan untuk tetap memperhatikan pola hidup bersih dan sehat, seperti memakai masker, mencuci tangan, vaksin, hingga memperhatikan asupan gizi sehari-hari agar imunitas tubuh tetap terjaga.
Editor : Rofiq