JATIMPEDIA, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mengakselerasi pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari strategi memperkuat perekonomian desa. Hingga saat ini, proses pembangunan fisik telah berlangsung di 46 lokasi, sementara ratusan desa lainnya masih dalam tahap persiapan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat 154 bidang tanah yang telah dinyatakan siap dan memenuhi syarat untuk dijadikan lokasi pembangunan gerai KDMP.
Baca juga: MYZE Hotel Sumenep Siapkan Promo Kemerdekaan
“Target kami, hingga Maret tahun depan sebanyak 134 gerai KDMP sudah dapat diselesaikan dan mulai dimanfaatkan oleh koperasi desa,” ujar Ramli.
Baca juga: PLN Bergerak ke Pulau Gili Iyang, Pastikan Tak Ada Gangguan Listrik Saat HUT RI
Ia menegaskan, ketersediaan lahan menjadi faktor kunci dalam menentukan kecepatan pembangunan. Desa-desa yang memiliki tanah kas desa (TKD) atau aset lain yang sah dapat segera melaksanakan pembangunan, sementara desa yang tidak memiliki lahan masih harus melalui proses pendataan lanjutan.
Saat ini, lanjut Ramli, terdapat sekitar 180 desa yang masih dalam tahap pendataan dan verifikasi lahan. Proses tersebut dilakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah daratan hingga kepulauan, guna memastikan pemerataan pembangunan gerai KDMP di seluruh Kabupaten Sumenep.
Baca juga: Pemkab Sumenep Siapkan Insinerator, Residu Sampah Sapeken Tak Lagi Dibawa ke Daratan
Sebagai solusi atas keterbatasan lahan, Pemkab Sumenep mengajukan pemanfaatan gedung sekolah dasar yang tidak lagi digunakan serta lahan milik Perhutani sebagai alternatif lokasi pembangunan gerai KDMP. Usulan tersebut merupakan hasil dari pendataan lapangan yang dilakukan pemerintah daerah.
Editor : Rofiq