Pemerintah Proyeksikan Permintaan BBM Periode Nataru Diproyeksi Naik 3,2%

Reporter : Ferdian
Depo pengisian BBM Pertamina Patra Niaga

JATIMPEDIA, Surabaya  -Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membentuk Posko Nasional Sektor ESDM untuk memantau ketersediaan energi selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Lembaga itu memproyeksi permintaan bahan bakar minyak (BBM) naik 3,2%.

"Proyeksi kenaikan demand (permintaan) bensin selama periode posko meningkat sekitar 3,2 persen dibandingkan realisasi normal," ujar Ketua Posko Natal dan Tahun Baru Sektor ESDM Erika Retnowati, dikutip Selasa (16/12/2025).

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Komitmen Hadirkan Produk UMKM Berkelanjutan

Untuk memenuhi peningkatan permintaan tersebut, Pertamina menyiapkan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum), dan 72 DPPU (depot pengisian pesawat udara), serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah dengan permintaan tinggi.

Secara umum, kata Erika, kondisi ketahanan stok BBM dalam keadaan aman dengan ketahanan stok dijaga pada kisaran 17 hingga 23 hari atau rata-rata sekitar 20 hari. Erika memproyeksikan permintaan solar turun sebesar 7,6 persen dibandingkan dengan realisasi normal.

"Proyeksi penyaluran LPG selama periode Posko Natal dan Tahun Baru diprediksi mengalami peningkatan sekitar 7,2 persen jika dibandingkan dengan rata-rata penyaluran normal," kata Erika.

Untuk memenuhi kebutuhan LPG, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) dan Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 736 SPPBE (stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji), serta 6.634 agen LPG. Prognosis ketahanan stok LPG nasional berada dalam kondisi aman dengan coverage day LPG pada kisaran 12 hari.

Baca juga: Pertamina Drilling Raih Media Relations Awards 2026

"Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil dan disiapkan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam, khususnya untuk wilayah dengan demand tinggi," katanya.

Dari sisi permintaan avtur, Erika memproyeksikan terdapat peningkatan sebesar 5,2 persen dan kerosin naik 4,3 persen dibandingkan realisasi normal.

Lebih lanjut, dia juga memaparkan prognosis kondisi pasokan tenaga listrik pada sistem kelistrikan Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan, dan sebagian besar Indonesia Timur selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam kondisi aman. Beban puncak diperkirakan mencapai sekitar 46.808 megawatt, dengan daya mampu pasok sebesar 53.930 megawatt, sehingga terdapat cadangan total 7.122 megawatt atau 15,2 persen.

Baca juga: Tekan Emisi, Kilang Balongan Manfaatkan Flare Gas

Posko Nasional Sektor ESDM akan berlangsung selama 22 hari, dari 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Posko tersebut berlokasi di Gedung BPH Migas. Seperti tahun-tahun sebelumnya, BPH Migas kembali mengemban tugas sebagai Ketua Posko Nasional Sektor ESDM untuk periode Natal dan Tahun Baru.

"Kami ingin dari keberadaan posko ini nantinya, ketersediaan pasokan energi, seperti BBM, gas, listrik, dipastikan mencukupi," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru