Neraca Produk Perikanan RI Catatkan Surplus 4,53 Miliar Dolar AS

Reporter : Fitri Handayani
RI mengalami surplus neraca perdagangan sebesar 4,53 miliar dolar AS. Artinya, ada kenaikan 2,9% dibanding dengan periode sebelumya.

JATIMPEDIA, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan, Indonesia mencatatkan status sebagai negara net eksportir produk perikanan. Dalam sektor ini, RI mengalami surplus neraca perdagangan sebesar 4,53 miliar miliar dolar AS. Artinya, ada kenaikan 2,9% dibanding dengan periode sebelumya.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Machmud mengatakan, angka tersebut diperoleh dari selisih nilai ekspor periode Januari-Oktober 2025 sebesar 5,07 miliar miliar dolar AS. Adapun nilai impor dalam periode yang sama ialah 0,54 miliar miliar dolar AS atau 10,6�ri total nilai ekspor.

Baca juga: Pemkab Pamekasan Gratiskan Izin Usaha Perikanan

"Indonesia selalu konsisten menjaga posisi sebagai net eksportir atau ekspornya lebih besar dibanding impornya untuk komoditas perikanan," ujar Machmud dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (14/12/2025).

Baca juga: Menko Zulhas : Pemerintah Akan Bangun 20 Ribu Tambak untuk Penuhi Kebutuhan MBG

Ekspor perikanan RI ke AS tumbuh 2,6�ngan nilai mencapai 1.604 juta miliar dolar AS. Begitupun ekspor ke negara-negara ASEAN, naik 22,7�ngan nilai 811,64 juta miliar dolar AS. Ekspor ke Jepang naik 2,3�ngan nilai 506,28 juta miliar dolar AS. Adapun ekspor ke negara-negara Uni Eropa tumbuh 8,3�ngan nilai 379,54 juta miliar dolar AS.

Dari sisi komoditas, ekspor udang naik 8,6.%. Kemudian, ekspor tuna-cakalang meningkat 2,6% serta cumi-sotong-gurita naik 1,9%. "Alhamdulillah, di tengah dinamika tahun ini ekspor udang tetap meningkat dan ekspor ke pasar AS juga naik," jelasnya.

Baca juga: Realisasi Investasi Perikanan Hingga Triwulan III-2025 Capai Rp7,82 Triliun

Tak hanya dari sisi ekspor, sebut Machmud, kinerja positif juga tampak dari sisi investasi. Tercatat, di kuartal III-2025, investasi sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp 7,8 triliun. Investasi tersebut terbagi dalam bidang pengolahan 32,26%, budidaya 27,48%, pemasaran 21,72%, penangkapan 15,3�n jasa perikanan 3,19%. 

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru