JATIMPEDIA, Madiun - Layanan Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (KA BIAS) mendorong peningkatan konektivitas regional Stasiun Magetan.
Kehadiran layanan tersebut berkontribusi pada penambahan jumlah penumpang kereta api secara signifikan setiap bulannya.
Baca juga: KA Sangkuriang Perkuat Konektivitas Dengan Kota Strategis
Peningkatan volume penumpang itu menjadi penegasan peran vital stasiun dalam mendukung ekonomi lokal. Stasiun ini kini juga menjadi gerbang alternatif bagi wisatawan yang hendak menuju berbagai destinasi.
“Stasiun Magetan menjadi gambaran bahwa layanan kereta api mampu menjadi katalisator pertumbuhan regional yang meningkatkan mobilitas serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, Sabtu (15/11/2025).
KAI mencatat Stasiun Magetan kini melayani rata-rata delapan ribu penumpang setiap bulannya. Layanan KA BIAS sendiri telah menyumbang sekitar 4.700 penumpang dari total volume tersebut.
Selain layanan KA BIAS, stasiun kereta api ini juga melayani sejumlah perjalanan antarkota lainnya. Stasiun tersebut juga menjalankan fungsi logistik penting dengan melayani angkutan barang bahan bakar minyak.
Baca juga: Perkuat Daya Beli Masyarakat, Disperindag Magetan Gelar Pasar Murah
“KAI berkomitmen untuk memudahkan mobilitas masyarakat dan mempercepat aktivitas ekonomi melalui konektivitas yang kuat dan efisien ke berbagai pusat kota. Peningkatan kinerja penumpang dan aktivitas logistik di Stasiun Magetan merupakan bagian dari komitmen KAI di regional,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.
Stasiun kereta api ini menjadi gerbang alternatif bagi wisatawan dengan tujuan wilayah Tawangmangu, Karanganyar. Destinasi Telaga Sarangan serta Sentra Kerajinan Kulit menjadi tujuan utama para wisatawan di Magetan.
PT KAI Daop 7 Madiun juga menginisiasi Program Rail Tour Jawa Timur berbasis kereta api. Program ini merupakan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menghubungkan wisatawan ke sejumlah destinasi favorit.
Baca juga: Januari-Juli 2026, KAI Angkut 3,44 Juta Ton Petikemas Tumbuh 20,28 Persen
Di pusat kota, Magetan juga menawarkan Sentra Kerajinan Kulit di Jalan Sawo. Industri kerajinan ini memiliki sejarah panjang sejak tahun 1.830 dan menunjukkan ketahanan ekonomi yang luar biasa.
Sentra ini bahkan mencapai puncak pada tahun 1997, dengan menghasilkan lebih dari 32.000 unit sepatu dan sandal.
Editor : Rizky