Pemkab Jombang Canangkan Gerakan Sampah Sayang

Reporter : Rini

JATIMPEDIA, Jombang -  Pemerintah Kabupaten Jombang mencanangkan program “Gerakan Sampah Sayang” di Alun-Alun Jombang sebagai bagian dari rangkaian Jombang Fest dalam memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang ke-115. Program ini menjadi langkah konkret Pemkab Jombang untuk mengatasi persoalan pengelolaan sampah, terutama yang bersumber dari rumah tangga.

“Gerakan Sampah Sayang” merupakan kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang. Melalui gerakan ini, kaum ibu di tingkat akar rumput diharapkan menjadi penggerak utama dalam upaya mengurangi, memilah, dan mengolah sampah rumah tangga.

Baca juga: Kantor Kemenhaj Jombang Mulai Siapkan Tahapan Bio Visa Haji 2027

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, menyebut bahwa hingga semester pertama 2025, tingkat pengelolaan sampah di Jombang baru mencapai 50,3 persen, dan sekitar 80 persen di antaranya merupakan sampah rumah tangga.

“Ini adalah kesempatan penting untuk membangun kesadaran kolektif. Pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya ‘kumpul—angkut—buang’. Masalah sampah harus diselesaikan secara terintegrasi dari hulu sampai hilir, dan ini bukan hanya tanggung jawab DLH, tetapi kewajiban bersama,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Ulum juga mengapresiasi kiprah Tim Penggerak PKK yang dinilai mampu menjadi motor utama dalam mendorong gerakan ini. “Potensi timbulan sampah di Jombang mencapai 530 ton per hari, sementara yang tertangani baru sekitar 150 ton. Artinya, baru 53 persen yang dikelola. Karena itu, kami berkomitmen membangun minimal empat TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dan memperluas program Sekolah Adiwiyata,” tambahnya.

Baca juga: 11.720 Warga Jombang Terima BLT Cukai Rokok

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, menegaskan bahwa peran PKK sangat strategis dalam mewujudkan perubahan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah.

“Gerakan PKK dengan jaringan hingga Dasawisma, RT/RW, dan kecamatan, memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan masyarakat. Sekecil apa pun tindakan kita untuk menjaga lingkungan akan memberi dampak besar bagi bumi dan generasi mendatang,” tandasnya.

Baca juga: Pemkab Jombang Targetkan Pembangunan Flyover Mengkreng Mulai 2027

Dengan mengusung slogan “Sampah Disayang, Lingkungan Tenang, Keluarga Senang,” Pemkab Jombang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi mewujudkan ekonomi sirkular berbasis komunitas demi terciptanya pembangunan berkelanjutan.

 

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru