Umat Budha Bersama Komunitas dan Mahasiswa Rayakan Festival Kue Bulan di Jember

Reporter : Satriyo
Umat Buddha bersama sejumlah komunitas dan mahasiswa merayakan Festival Kue Bulan di Vihara Jember

JATIMPEDIA, Jember  -  Suasana kebersamaan terasa hangat di Vihara Jember saat umat Buddha bersama sejumlah komunitas dan mahasiswa merayakan Festival Kue Bulan Senin (6/10/2025) malam. Perayaan yang hanya digelar sekali dalam setahun ini tidak sekadar menjadi kegiatan ritual, tetapi juga ruang untuk mempererat tali persaudaraan lintas generasi dan memperdalam pemahaman budaya.

Kegiatan dimulai dengan kebaktian dan doa kepada Dewi Bulan, dilanjutkan dengan acara interaktif bersama komunitas Peace Leader Haka Jember, Permata Bumi, dan mahasiswa Aja Sila dari Universitas Simber. Kolaborasi ini menjadi simbol sinergi antara komunitas spiritual dan generasi muda dalam menjaga tradisi leluhur.

Baca juga: BPBD Jember Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pengurus Vihara, Miao Mei Huang, menjelaskan bahwa perayaan ini memiliki makna spiritual sekaligus edukatif.

“Harapannya supaya kita lebih mengenal apa itu tradisi. Kita harus bisa membedakan mana tradisi budaya kita dan mana agama. Tradisi adalah tradisi, agama adalah agama  dua hal yang berbeda,” ujarnya.

Baca juga: JKCI 2026 Perkuat Hilirisasi Tembakau dan Promosikan Pariwisata Jember

Sementara itu, Rizky Andrean, selaku penggagas Peace Leader Jember, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal budaya dengan cara yang inklusif.

“Kami memfasilitasi rekan-rekan dari Permata Bumi, dari Hakka,Gus Durian dan mahasiswa Universitas Jember untuk merayakan Festival Kue Bulan ini. Harapannya, anak muda bisa memahami bagaimana implementasi kegiatan budaya, seperti merajut dan kegiatan sosial lainnya, sebagai bagian dari kesatuan generasi muda Indonesia,” tuturnya.

Baca juga: Puncak JFC 2026, Para Putri Indonesia Tampil Memukau di Hadapan Masyarakat

Melalui perayaan Festival Kue Bulan ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya melestarikan tradisi sekaligus menumbuhkan semangat toleransi antarumat beragama. Tradisi yang dirawat dengan nilai kebersamaan menjadi fondasi kuat bagi harmoni di tengah keberagaman.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru