JATIMPEDIA, Jakarta - Produktivitas tanaman padi petani di Kabupaten Subang mampu menembus 10 ton per hektare (ha). Kolaborasi Syngenta Indonesia dengan pemerintah ini ditandai pada Festival Panen Padi, jauh melewati produktivitas rerata nasional saat ini 5 ton per ha.
Produktivitas padi tinggi akan mendongkrak produksi sehingga Indonesia segera dapat mewujudkan swasembada beras dan kedaulatan pangan berkelanjutan.
Baca juga: Pemkab Sumenep Kembangkan Usaha Pertanian Hidroponik
Tenaga Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Frans BM Dabukke, mewakili Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy menegaskan, swasembada pangan jadi prioritas utama pemerintah di perencanaan pembangunan nasional.
"Demi mencapai swasembada pangan dan beras, harus ada sinergi dan kolaborasi baik antara kementerian/lembaga di pemerintah, swasta, dan pelaku usaha," jelas Dabukke saat Festival Panen Raya Komunitas 10 Ton bertema Sinergi untuk Indonesia Maju: Memberdayakan Petani, Menguatkan Ekonomi, dan Menjaga Keberlanjutan Pertanian, di Lapangan Stadion Perjuangan, Compreng, Subang, Jawa Barat, sebagaimana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Panen raya itu bukti petani, dengan dukungan pemerintah dan sektor swasta, mampu meningkatkan produksi demi mewujudkan swasembada beras dan kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan signifikan produksi beras nasional periode Januari-November 2025, naik 12,62% menjadi 33,19 juta ton dibandingkan periode sama 2024 sebesar 29,47 juta ton.
Baca juga: Gandeng PLN dan Pertamina, Pemkab Kediri Jaga Pengairan Lahan Pertanian
Angka potensi itu selaras dengan prediksi lembaga internasional Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) serta Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang menyebut produksi beras Indonesia akan tembus 34-35 juta ton. Festival Panen Raya Komunitas 10 Ton digelar Syngenta Indonesia berkolaborasi dengan pemerintah guna mendukung Komunitas 10 Ton di Subang yang kini beranggotakan 20 petani dengan total lahan 1,5 ha. Pembentukan komunitas itu diawali keinginan kuat petani yang ingin mendapat hasil panen optimal.
Dengan memanfaatkan teknologi pertanian secara tepat dan mengimplementasikan praktik pertanian yang baik serta pendampingan dari Syngenta, komunitas itu berhasil mencapai produktivitas hingga 10 ton per ha, dua kali lipat dari rerata nasional 5-6 ton per ha. Keberhasilan ini jadi pendorong untuk mengajak petani lainnya bergabung membentuk suatu komunitas agar bersama-sama saling belajar dan berbagi praktik terbaik untuk mencapai hasil panen optimal.
Baca juga: Perkuat Produktivitas Gabah, Syngenta Hadirkan MIRAVIS Duo di Jember
Festival Panen Raya Komunitas 10 Ton dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bupati Subang, anggota DPR, Perum BULOG, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), petani milenial Kementerian Pertanian, pemerintah setempat, serta lebih dari 500 petani padi dari Subang. Festival tersebut menampilkan berbagai kegiatan termasuk demonstrasi panen, demo teknologi pertanian modern termasuk drone, serta dialog interaktif bersama perwakilan petani, pemerintah, dan Syngenta.
Editor : Rizky