KAI Kampanyekan Keselamatan Perlintasan KA

Reporter : Ferdian
Kegiatan kampanye keselamatan di perlintasan KA

JATIMPEDIA, Surabaya - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan, komitmennya untuk terus meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang dengan melakukan berbagai upaya preventif dan kolaborasi demi melindungi pengguna jalan dan perjalanan kereta.

“Keselamatan tak bisa ditawar. KAI berkomitmen memperkuat seluruh aspek operasional, khususnya di perlintasan sebidang, agar tak ada lagi korban jiwa," kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba di Jakarta, Selasa.

Baca juga: KA Sangkuriang Perkuat Konektivitas Dengan Kota Strategis

Dia menyampaikan beberapa upaya dalam memperkuat keselamatan di perlintasan sebidang diantaranya penambahan rambu dan sistem peringatan, dan penempatan petugas di titik rawan.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kampanye keselamatan secara masif baik di internal perusahaan juga bersama komunitas dan masyarakat, serta penutupan dan penataan perlintasan tak resmi.

Anne menyebutkan, selama 2024, KAI bersama pemangku kepentingan telah menutup 309 perlintasan liar. Hingga Maret 2025, 74 titik ditutup/sempitkan dari target 292 titik tahun ini.

KAI juga terus mengajak masyarakat untuk lebih disiplin saat melintasi perlintasan: berhenti, tengok kiri-kanan, dan pastikan aman sebelum melintas.

Baca juga: Januari-Juli 2026, KAI Angkut 3,44 Juta Ton Petikemas Tumbuh 20,28 Persen

“Mari jaga nyawa bersama. Karena satu detik patuh, bisa selamatkan banyak kehidupan,” kata Anne.

Dalam kesempatan itu, dia mengatakan, PT KAI menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang melibatkan KA 170 Malioboro Ekspres dengan sejumlah kendaraan di perlintasan JPL 08 dekat Stasiun Magetan, Jawa Timur, pada Senin (19/5).

“Kami turut berduka atas kejadian ini. Tidak ada yang lebih penting bagi KAI selain keselamatan setiap insan - penumpang, petugas, maupun masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Hingga Juli 2026, Angkutan Perkebunan KAI Naik 18 Persen

Saat ini, pihaknya berkoordinasi intens dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Kepolisian dalam proses investigasi. Langkah penanganan cepat telah dilakukan oleh tim Daop 7 Madiun untuk memastikan operasional tetap berjalan aman.(raf)

Editor : Ferdian

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru