Tol Trans Jawa Perkuat Konektivitas dan Dorong Perekonomian

JATIMPEDIA, Surabaya – Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menyatakan jalan Tol Trans Jawa memperkuat konektivitas antardaerah, rantai pasok dan pertumbuhan sektor lokal sehingga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Konektivitas yang kuat adalah fondasi pertumbuhan,” kata Rivan Achmad Purwantono di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

Rivan bersama jajaran melakukan kunjungan kerja strategis di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Jawa dari Solo ke Surabaya untuk memastikan konektivitas yang andal, aman dan berkeselamatan.

Di koridor Trans Jawa, Jasa Marga tidak hanya memastikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol namun juga mengelola arus mobilitas dan logistik.

Hal itu secara langsung menurunkan biaya distribusi, memperpendek waktu tempuh, dan membuka akses pasar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri lokal.

Baca Juga  BPS: SNLIK 2024 ditargetkan selesai akhir Maret

“Prioritas kami adalah memastikan layanan operasional dan komersial terintegrasi sehingga infrastruktur jalan tol berkontribusi nyata terhadap produktivitas nasional,” kata Rivan.

Kunjungan dimulai di Kantor PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) untuk evaluasi kinerja operasi koridor, kesiapan layanan puncak arus dan percepatan penguatan kapabilitas operasional berbasis data.

Jasa Marga menekankan integrasi sistem operasi dengan pusat komando JMTC agar pengelolaan lalu lintas dan respons darurat menjadi lebih cepat dan terkoordinasi.

Selanjutnya, rombongan meninjau Rest Area Travoy KM 519A untuk memastikan pemenuhan SPM pada aspek kebersihan, fasilitas toilet dan mushola, kapasitas parkir, aksesibilitas, keamanan, serta alur pelayanan pelanggan.

Di sini juga membahas terkait penguatan ekosistem komersial melalui sinergi dengan PT Jasamarga Related Business (JMRB) seperti penataan tenant, aktivasi UMKM lokal, dan digitalisasi layanan agar rest area turut berfungsi sebagai pusat ekonomi mikro.

Baca Juga  Petrokimia Gresik dan SGN Dukung Program Agripreneur Tebu untuk Regenerasi Petani dan Swasembada Gula

Dari Madiun, kunjungan berlanjut ke Kantor PT Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK) untuk menyelaraskan strategi operasi dan bisnis di koridor timur Trans Jawa.

Rangkaian diakhiri dengan peninjauan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 726A di Surabaya dengan pengembangan konsep layanan terpadu (Tempat Istirahat Terpadu) dilihat sebagai salah satu pengungkit utama peningkatan pendapatan non-tol.

Sebagai salah satu langkah strategis untuk mencapai keberlanjutan bisnis jangka panjang Perseroan, Jasa Marga melalui PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan konsolidasi tiga ruas jalan tol yaitu Tol Batang-Semarang, Tol Solo-Ngawi, dan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri sejak Juli 2023.

“Hal ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan portofolio bisnis dan meningkatkan kinerja keuangan,” ujarnya. (raf)