Petrokimia Gresik Gelar Pagelaran Wayang Kulit untuk Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya
JATIMPEDIA, Gresik – Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, kembali menggelar pagelaran wayang kulit di GOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur. Acara yang menjadi agenda tahunan perusahaan ini diselenggarakan bertepatan dengan HUT ke-53 dan dihadiri pelajar, karyawan muda Petrokimia Gresik, serta masyarakat umum.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menuturkan bahwa pagelaran wayang kulit bukan hanya hiburan, melainkan juga sarana pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya. “Wayang kulit merupakan warisan dunia yang diakui UNESCO sejak 2003. Namun warisan ini tidak akan bertahan jika tidak dikenalkan kepada generasi muda. Karena itu, kami konsisten memperkenalkan pagelaran wayang kulit di Gresik dan sekitarnya,” ujar Adit.
Pagelaran dibuka oleh Dalang muda Ki Achmad Bagas Septyawan dengan lakon Lahire Bungkus. Bagas merupakan dalang binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik, sanggar seni yang menaungi kesenian wayang purwa, karawitan, dan gamelan Jawa di Gresik. Kini, selain menjadi dalang, Bagas juga tercatat sebagai karyawan muda di unit Produksi II B Petrokimia Gresik.
Acara semakin semarak dengan penampilan Dalang Cilik dari SMPN 1 Gresik, Dalang dan Sinden Cilik dari MI NU Terate, sinden muda Niken Salindri, hingga bintang tamu Jo Klithik dan Jo Kluthuk. Antusiasme masyarakat pun terlihat begitu tinggi.
Adapun penampilan utama dibawakan Dalang Ki Anom Dwijokangko dari Blitar yang menampilkan lakon Banjaran Narayana. Kisah ini menceritakan perjalanan hidup Narayana, tokoh yang sejak muda dikenal cerdas, teguh, dan memiliki kemampuan diplomasi luar biasa. Menurut Adit, cerita ini relevan sebagai pendidikan karakter, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia usaha.
“Dalam menjalankan bisnis, banyak rintangan yang harus dihadapi. Namun justru rintangan itulah yang mendewasakan kita agar lebih bijak dalam melangkah,” jelasnya.
Adit menambahkan, pagelaran ini juga menjadi wujud komitmen Petrokimia Gresik menjaga keutuhan bangsa melalui seni dan budaya. “Sejarah mencatat bersatunya bangsa ini karena budaya. Jangan sampai disintegrasi terjadi karena kita abai pada seni budaya,” tegasnya.
Menutup acara, seluruh tamu dan penonton diajak mengheningkan cipta bersama sebagai doa bagi Indonesia. Momen khidmat ini menjadi simbol kepedulian dan harapan agar bangsa senantiasa damai dan rukun(cin)