JATIMPEDIA, Sampang - Parade Daul Combodug 2025 di Kabupaten Sampang menjadi perayaan budaya yang meriah, berlangsung selama dua hari dengan tema Dhumalem e Sampang (Dua Malam di Sampang).
Acara dibuka Bupati Sampang Slamet Junaidi yang mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap musik tradisional daul.
Baca juga: SKK Migas dan Petronas Gelar Sosialisasi Eksplorasi Sumur Barokah di Sampang
“Alhamdulillah, luar biasa antusiasme masyarakat. Musik tradisional daul ini adalah budaya kesenian Kabupaten Sampang yang harus kita lestarikan agar tidak hilang dimakan zaman, semoga kedepan bisa kita lestarikan,” tutur Aba Idi sapaan akrab Bupati Sampang. Sabtu (5/4/2025) malam.
Baca juga: Pemkab Sampang Kendalikan Inflasi Lewat Pasar Murah
Pada hari pertama, parade diikuti oleh 29 peserta, sedangkan hari kedua lebih terdapat 38 peserta. Parade dimulai dari Alun-alun Trunojoyo dan berakhir di Monumen Trunojoyo, melintasi rute Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan KH Hasyim Asyari. Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang rute, menunjukkan antusiasme besar terhadap tradisi ini.
Baca juga: TPS Perkuat Komitmen Sosial melalui Program Air Bersih dan Sanitasi di Pamekasan
Sebelum parade dimulai, Bupati kelompok tari Mator Dance menampilkan tarian Melate Satoor yang merupakaan tarian penghormatan. Secara bergantian Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, hingga jajaran Forkopimda melepas satu per satu peserta parade.
Editor : Satriyo