BPS : Neraca Perdagangan Februari 2025 Surplus 3,12 Miliar Dolar AS

Reporter : Fitri Handayani

JATIMPEDIA, Jakarta - Neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar USD3,12 miliar pada Februari 2025. Surplus berasal dari nilai ekspor bulan sebesar USD21,98 miliar dan nilai impor sebesar USD18,86 miliar.

"Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia surplus selama 58 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Secara bulanan, surplus pada Februari 2025 menurun dibandingkan surplus pada Januari yang tercatat sebesar USD3,49 miliar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangannya di Jakarta.

Baca juga: BPS : Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen di Triwulan II-2026

Namun, surplus Februari 2025 lebih tinggi dibandingkan surplus bulan Februari 2024. "Secara kumulatif, neraca perdagangan dari Januari hingga Februari 2025, mencatatkan surplus sebesar USD6,61 miliar," ucap Amalia.

Baca juga: Juli 2026 Alami Inflasi Tahunan Melandai ke 2,88 Persen

Surplus bulan Februari 2025, ditopang oleh surplus perdagangan komoditas nonmigas sebesar USD4,48 miliar. Komoditas penyumbang surplus utama adalah lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral serta besi dan baja.

"Sementara neraca perdagangan komoditas migas, tercatat defisit USD1,72 miliar.  Defisit disebabkan oleh komoditas hasil minyak dan minyak mentah," ujar Amalia.

Baca juga: Hingga Juni 2026, 7,4 Juta Wisman Kunjungi Destinasi di Indonesia

Berdasarkan negara mitra dagang, negara AS, India dan Filipina memberikan kontribusi surplus terbesar pada neraca perdagangan Indonesia. Sedangkan dengan negara Tiongkok, Australia dan Brasil, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit terbesar. (raf)

Editor : Fitri Handayani

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru