JATIMPEDIA, Lamongan - Setelah lebih dari satu bulan penutupan akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pasar Hewan Tikung di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, akhirnya kembali dibuka. Pembukaan pasar disambut dengan antusiasme pedagang meski aktivitas jual beli masih terpantau sepi.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan menyatakan bahwa keputusan untuk membuka pasar kembali diambil setelah wabah PMK di daerah tersebut mulai melandai dalam sepuluh hari terakhir. Sebelum pembukaan, pihak petugas kesehatan hewan melakukan serangkaian tindakan pencegahan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan penyemprotan disinfektan pada sapi-sapi milik pedagang yang ada di pasar.
Baca juga: Warga Lamongan Antusias Belanja Sembako di Pasar Murah Tikung
Kepala UPT Pasar Hewan Tikung dan Babat, Isrofil, menjelaskan bahwa pembukaan pasar ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran dari Bupati Lamongan. Selain itu, pihaknya juga telah memberikan pemberitahuan kepada seluruh pedagang sapi, baik yang berasal dari Lamongan maupun luar daerah, tentang pembukaan pasar.
"Para pedagang sudah bisa beraktivitas seperti biasa, kalau sepi ya kemungkinan faktor stok masih belum ada," katanya.
Baca juga: Jamin Asuransi ASN, Pemkab Lamongan Sepakati MoU Dengan PT Taspen
Namun, meskipun pasar sudah dibuka kembali, aktivitas perdagangan di pasar tersebut belum menunjukkan lonjakan yang signifikan. Baru sekitar 16 ekor sapi yang diperdagangkan pada hari pertama pembukaan pasar. Salah satu pedagang sapi, Sampun, mengaku senang karena sapi miliknya berhasil terjual pada hari pertama. Ia juga merasa bersyukur karena pasar hewan akhirnya bisa kembali beroperasi setelah sekian lama ditutup.
“Sudah satu bulan lebih tutup, kalau buka ya senang soalnya hari ini laku 1 ekor,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Yes Buka Bimtek Bagi Pengurus Koperasi Merah Putih di Lamongan
Meski demikian, beberapa faktor masih menjadi kendala, seperti stok sapi yang terbatas di tingkat peternak rumahan, yang berdampak pada sedikitnya pedagang yang datang. Hal ini membuat pasar hewan Tikung belum kembali ramai seperti sebelumnya.(sat)
Editor : Satriyo