KEK JIIPE Gresik Komitmen Ekosistem Industri Terintegrasi Berstandar Global

Reporter : Eka Sapto

JATIMPEDIA, Gresik - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE)-Gresik menegaskan komitmenya untuk menyediakan ekosistem industri yang terintegrasi dengan standar global.

Hal itu disampaikan Presiden Direktur JIIPE, Bambang Soetionosaat kunjungan Duta Besar Chia untuk Indonesia Wang Lutong beberapa waktu lalu.

Baca juga: KEK Gresik Gaet Investasi Rp9,8 Triliun, Jadi Motor Capaian KEK Nasional

“Kami menawarkan pelabuhan, infrastruktur berkualitas, dan layanan energi berkelanjutan untuk mendukung investasi global. Kunjungan ini membuktikan kepercayaan kuat dari Pemerintah China dan para pelaku industri terhadap potensi kawasan kami,” ujar Bambang dalam rilisnya.

Sebagai informasi, kunjungan tersebut menggarisbawahi komitmen China dalam memperkokoh hubungan strategis dengan Indonesia, khususnya di sektor industri dan investasi.

Baca juga: JIIPE Gresik Diakui sebagai Kawasan Industri Penggerak Investasi Berkelanjutan

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), China telah menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia, dengan total investasi sepanjang kuartal III 2024 mencapai 5,78 miliar dollar AS.

Selama kunjungannya, Wang Lutong meninjau sejumlah tenant di JIIPE, seperti PT Freeport Indonesia, PT Hailiang Nova Material Indonesia, dan PT Xinyi Glass Indonesia yang secara khusus melakukan seremoni "Klin Ignition".

Baca juga: AKR Corporindo (AKRA) Catat Laba Naik 21% di Semester I-2026

Acara tersebut menjadi simbol kemajuan sektor manufaktur berteknologi tinggi di Indonesia, sekaligus menegaskan JIIPE sebagai pusat hilirisasi industri yang unggul.

PT Xinyi Glass Indonesia telah memperkenalkan lini produksi terbaru menggunakan peralatan dan teknologi produksi terkini dengan kapasitas peleburan harian mencapai 1.100 ton. Lini tersebut didedikasikan untuk memasok lembaran kaca float berkualitas tinggi ke berbagai sektor, termasuk konstruksi, otomotif, dan energi baru, guna memenuhi kebutuhan beragam pasar Indonesia dan Asia Tenggara. (eka)

Editor : Eka Sapto

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru