JATIMPEDIA, Surabaya - Jumlah investor saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pertumbuhan signifikan hingga awal September 2024.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Anggota Bursa Sharia Online Trading System (AB-SOTS) per 9 September 2024, jumlah investor saham syariah meningkat 240�lam lima tahun terakhir, dari 44.536 investor pada 2018, menjadi 151.560 investor pada Juli 2024.
Baca juga: AKR Corporindo (AKRA) Catat Laba Naik 21% di Semester I-2026
Dari sisi geografis per Juni 2024, setidaknya 6 wilayah terbesar di Pulau Jawa masih mendominasi sebaran investor syariah, dipimpin DKI Jakarta (18%), Jawa Barat (14%), Jawa Timur (12%), Jawa Tengah (9%), DI Yogyakarta (6%), dan Banten (4%).
Adapun provinsi Aceh sebagai 'Daerah Istimewa' yang syarat atas penerapan hukum syariat Islam masih menyumbang 3�ri total investor syariah per Juni 2024.
Baca juga: BEI : Hingga Juli Ada 7 Emiten IPO dan 4 Lainnya Masih ntre
Dari sisi transaksi, per 9 September 2024 rata-rata harian volume transaksi saham yang masuk ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) telah mencapai 76�ri total volume transaksi di BEI.
Terhitung total nilai transaksi pada paruh pertama 2024 menembus Rp2,2 triliun, dengan volume 5,8 miliar saham. Sederet wilayah Jawa masih menguasai mayoritas transaksi.
Baca juga: BEI Sebut 327 Emiten Belum Penuhi Aturan Free Float 15 Persen
Kendati tidak masuk dalam top 10 investor syariah terbesar, provinsi Kalimantan Timur justru merangsek ke peringkat ke-6, dengan total transaksi Rp60,89 miliar, menyalip DI Yogyakarta di peringkat ke-7.
Peningkatan jumlah investor saham syariah tak terlepas dari sederet inovasi pengembangan produk di pasar modal syariah, salah satunya produk wakaf. (eka)
Editor : Fitri Handayani