JATIMPEDIA, Madiun - Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Madiun terus mengintensifkan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Salah satunya dilakukan Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, dengan meninjau langsung progres pengerjaan enam proyek infrastruktur jalan yang dibiayai melalui APBD.
Didampingi sejumlah jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Purnomo mengecek perkembangan pekerjaan di beberapa ruas jalan guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai target, baik dari sisi waktu maupun kualitas konstruksi.
Baca juga: Inflasi Kota Madiun Naik Jadi 3,66 Persen, Pemkot Perkuat Antisipasi Harga Pangan
Enam proyek yang menjadi sasaran pemantauan tersebut meliputi pemeliharaan berkala ruas jalan Krokeh-Batas Kota Madiun serta rehabilitasi jalan Bakur-Batas Kabupaten Magetan, Pule-Batas Kabupaten Ngawi, Krokeh-Batas Kabupaten Magetan, Jiwan-Grobogan, dan Jiwan-Sambirejo.
Purnomo mengatakan, peninjauan lapangan merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) untuk mengantisipasi keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Ia juga mengingatkan pihak kontraktor agar mematuhi jadwal pelaksanaan sesuai ketentuan kontrak.
"Kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk evaluasi dan memonitor perkembangan proyek fisik di Kabupaten Madiun agar pengerjaannya tidak mengalami keterlambatan. Selain itu, saya juga meminta rekanan tepat waktu dalam pengerjaan proyek yang menggunakan dana APBD," ujarnya di Madiun, Jumat.
Dari hasil peninjauan, Purnomo mengaku cukup puas dengan perkembangan keenam proyek tersebut. Selain kualitas pekerjaan yang dinilai baik, progres pengerjaan di lapangan juga menunjukkan percepatan signifikan.
Bahkan, sejumlah pekerjaan yang masa kontraknya baru berakhir pada Desember 2026 kini telah mendekati tahap penyelesaian. Berdasarkan hasil evaluasi, capaian progres proyek tercatat berada pada kisaran 94 hingga 97 persen.
"Setelah kami lakukan monev, Alhamdulillah hampir semuanya berjalan luar biasa. Yang sebenarnya akhir masa kontraknya itu di bulan Desember, ini keenam proyek sudah mendekati rampung, sudah mencapai 97 persen dan 94 persen," ungkapnya.
Baca juga: Pemkab Madiun dan Kemenkeu Matangkan Rencana KPBU Preservasi Jalan
Ia menegaskan, pengawasan secara langsung diperlukan agar setiap pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh pekerjaan terlaksana secara optimal, sehingga fasilitas jalan yang dibangun dapat menunjang aktivitas dan mobilitas warga.
Purnomo juga memaparkan bahwa total panjang jalan kabupaten di Madiun mencapai sekitar 1.100 kilometer. Dari keseluruhan jaringan tersebut, kurang lebih 72 persen telah masuk kategori jalan mantap, yakni dalam kondisi baik atau mengalami kerusakan ringan.
Sementara itu, sekitar 28 persen lainnya masih tergolong jalan nonmantap dan membutuhkan penanganan secara bertahap. Upaya pemeliharaan dilakukan melalui sejumlah metode, seperti pelapisan penetrasi atau lapen, penebalan aspal, serta bentuk perawatan jalan lainnya.
Menurutnya, pemeliharaan secara berkelanjutan menjadi langkah penting untuk mempertahankan kondisi jalan yang sudah mantap sekaligus meningkatkan persentase jalan berkualitas baik di Kabupaten Madiun.
Baca juga: Ribuan Pecinta Honda PCX Riding Bareng ke Madiun, Perkuat Persaudaraan Seduluran Plat AE
Untuk mengawal target tersebut, ia meminta pengguna anggaran dan pejabat penanggung jawab kegiatan lebih aktif melakukan evaluasi terhadap setiap pekerjaan. Dengan pemantauan rutin, potensi kendala dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berdampak pada penyelesaian proyek.
Selain menyoroti pembangunan jalan, Purnomo turut mengingatkan jajaran pemerintahan di tingkat wilayah, mulai kepala desa, kepala dusun hingga ketua RT, agar meningkatkan perhatian terhadap kebersihan dan fungsi saluran drainase.
Menurutnya, selokan yang tersumbat dapat menyebabkan air hujan meluap ke badan jalan. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat kerusakan aspal, sehingga kebersihan saluran air perlu menjadi perhatian bersama.
Ia berharap, melalui pengawasan yang konsisten serta penyelesaian proyek infrastruktur sesuai target, kualitas jalan di Kabupaten Madiun semakin meningkat. Pada akhirnya, pembangunan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas, mendukung aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Rofiq