JATIMPEDIA, Surabaya - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui torehan prestasi di tingkat nasional.
Anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas tersebut berhasil meraih empat penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia CSR Brilliance Award (ICBA) 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Aryaduta, Jakarta.
Baca juga: Arus Peti Kemas Pelindo Tumbuh 5,80 Persen Tembus 10,3 Juta TEUs
Mengusung tema “Empowering Communities, Sustaining the Future”, ICBA 2026 menjadi ajang apresiasi bagi perusahaan yang dinilai konsisten mengimplementasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
Diikuti lebih dari 250 perusahaan, penghargaan ini melalui proses penilaian yang ketat. PT Terminal Teluk Lamong berhasil meraih empat kategori penghargaan, yakni The Most Brilliant CEO in CSR Leadership yang diberikan kepada Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, The Most Brilliant in Health & Wellbeing Program, The Most Brilliant Philanthropy & Social Impact, serta The Most Brilliant CSR Team Excellence.
Sekretaris Perusahaan dan Hukum PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dan kerja keras seluruh insan perusahaan dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kontribusi perusahaan kepada masyarakat. Kami ingin kehadiran Terminal Teluk Lamong tidak hanya memberikan manfaat melalui aktivitas operasional pelabuhan, tetapi juga mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional," tutur Syaiful Anam.
Baca juga: TPS Gandeng FK UNAIR Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Pengemudi Truk Peti Kemas
Dalam pelaksanaannya, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) TTL mencakup sejumlah bidang pemberdayaan masyarakat. Pada sektor perikanan dan lingkungan pesisir, perusahaan mengembangkan budidaya kepiting soka bagi kelompok nelayan, memberikan pembinaan kepada kelompok usaha kerupuk payus, serta melaksanakan pembibitan vegetasi mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan pesisir.
Sementara itu, dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda, TTL menghadirkan program Youth Digipreneur yang bertujuan mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis digital. Perusahaan juga memberikan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan melibatkan 60 perempuan yang tergabung dalam 12 kelompok usaha di sekitar wilayah operasional.
Salah satu program yang menunjukkan hasil konkret adalah budidaya kepiting soka. Program yang melibatkan tiga kelompok penerima manfaat tersebut berhasil mencatatkan omzet hingga Rp34,6 juta melalui pelatihan dan pendampingan secara intensif. Capaian ini tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat.
Baca juga: TTL Perkuat Komitmen Green Port melalui Pengoperasian Empty Container Handler Elektrik
Keberhasilan program tersebut turut tercermin dari nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1:4,9. Angka ini menunjukkan bahwa setiap investasi sebesar Rp1 mampu menghasilkan nilai manfaat sosial senilai Rp4,9 bagi masyarakat.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa pelaksanaan program TJSL tidak sebatas memberikan bantuan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kapasitas masyarakat, meningkatkan keterampilan, memperluas peluang ekonomi, serta mendorong kemandirian kelompok penerima manfaat.
Empat penghargaan yang diraih dalam ICBA 2026 menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi PT Terminal Teluk Lamong untuk terus memperkuat pelaksanaan program keberlanjutan. Bagi TTL, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur melalui pertumbuhan bisnis dan kinerja operasional, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu tumbuh bersama masyarakat, menciptakan manfaat sosial, serta berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan
Editor : Arif