JATIMPEDIA, Ponorogo - Penyerapan belanja daerah di Ponorogo menunjukkan grafik positif. Hingga akhir September, serapan belanja Pemkab Ponorogo mencapai 65 persen, atau naik 5 persen dibanding periode tahun lalu yang berada di angka 60 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Sugiarto tidak menampik ada beberapa dinas yang serapannya masih rendah. Karena itu pihaknya memastikan seluruh instansi yang masih berada di bawah rata-rata 65 persen terus digenjot kinerjanya.
Baca juga: Exclusive Night Music Hadirkan Keseruan dan Kebersamaan Pecinta PCX di Ponorogo
"Secara umum naik. Tentunya yang masih di bawah rata-rata 65 persen, kita dorong agar akhir tahun nanti bisa mencapai di atas 95 persen," ujar Ugin- sapaan akrabnya, kemarin.
Di sisa waktu tahun anggaran 2026, ia optimis penyerapan anggaran secara total dapat mendekati target maksimal 99 persen. Itu berkaca dari capaian tahun sebelumnya yang menyentuh angka 98 persen.
Baca juga: Pemkab Ponorogo Perpanjang Kontrak Ribuan Tenaga ASN PPPK
"Mudah-mudahan ini bisa di 99 persen lah, kalau 100 persen itu nggak mungkin karena kan ada proses lelang. Ketika anggarannya sekian, pasti dilelangnya itu di bawah pagu, jadi ada efisiensi dalam proses pengadaan itu," sebutnya.
Selain serapan belanja daerah, realisasi pendapatan daerah di Ponorogo hingga akhir September 2026 juga mengalami tren peningkatan. Dari target pada APBD sekitar Rp2,1 Triliun, hingga akhir September 2026 terealisasi Rp1,67 Triliun atau sebesar 79,26 persen.
Baca juga: Pemkab Ponorogo Segera Lelang 31 Kendaraan Dinas
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, realisasi pendapatan mengalami kenaikan 14 persen.
"Dari sisi pendapatan, dari total target 2,1 triliun, terealisasi 1,67 triliun atau sebesar 79,26 persen. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 65 persen, sehingga ada percepatan sekitar 14 persen," tegasnya.
Editor : Rofiq