JATIMPEDIA, Jakarta - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp539 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Capaian tersebut meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY), didukung perbaikan margin di sejumlah lini bisnis.
Di tengah pertumbuhan laba, MPMX mencatatkan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp11,98 triliun. Angka tersebut relatif stabil dengan koreksi tipis 0,2 persen dibandingkan periode Januari-September 2025.
Baca juga: Komunitas Honda BIGBIKE Jawa Timur Jelajahi Jalur Ikonik Menuju Honda Bikers Day 2026
Grup Chief Financial Officer MPMX, Beatrice Kartika, mengatakan kinerja tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan mempertahankan stabilitas pendapatan sekaligus meningkatkan profitabilitas di tengah dinamika bisnis.
"Kinerja sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa perseroan mampu menjaga pendapatan tetap stabil sekaligus meningkatkan profitabilitas," kata Beatrice dalam keterangan tertulis, Jumat.
Ia menjelaskan, peningkatan kinerja ditopang oleh membaiknya margin pada segmen distribusi dan ritel serta transportasi. Selain itu, bisnis pembiayaan juga menunjukkan perkembangan positif dengan semakin berkurangnya rugi bersih.
"Kami melihat perbaikan margin pada bisnis distribusi dan ritel serta transportasi, disertai berkurangnya rugi bersih pada bisnis pembiayaan, menjadi perkembangan positif bagi kinerja grup," tambahnya.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor MPMX meningkat 8 persen secara tahunan menjadi Rp1,095 triliun. Sementara itu, laba usaha tumbuh lebih tinggi sebesar 19 persen YoY menjadi Rp585 miliar.
Perbaikan tersebut turut mendorong peningkatan sejumlah indikator margin perusahaan. Margin laba kotor naik menjadi 9,1 persen dari sebelumnya 8,5 persen, sedangkan margin laba usaha meningkat menjadi 4,9 persen dari 4,1 persen. Adapun margin laba bersih tercatat sebesar 4,5 persen, dibandingkan 3,7 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: MPM Honda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Karyawan melalui Pelatihan Emergency Response Team di Kupang
Berdasarkan segmen usaha, bisnis distribusi dan ritel masih menjadi kontributor utama pendapatan MPMX. Kinerja segmen ini relatif stabil berkat pertumbuhan penjualan ritel dan layanan purna jual yang mampu mengimbangi perlambatan penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi.
Pada lini distribusi melalui MPMulia, pendapatan dari penjualan sepeda motor tercatat turun 1 persen YoY menjadi Rp9,41 triliun. Namun, penjualan suku cadang justru tumbuh 7 persen menjadi Rp1,14 triliun.
Sementara itu, bisnis ritel melalui MPMMotor menunjukkan pertumbuhan lebih positif. Pendapatan penjualan sepeda motor meningkat 8 persen YoY menjadi Rp2,58 triliun. Pendapatan dari layanan purna jual juga naik 9 persen menjadi Rp79 miliar.
Secara keseluruhan, segmen distribusi dan ritel membukukan pendapatan bersih sebesar Rp11,31 triliun atau meningkat tipis 0,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Komunitas Honda Jatim Jadi Bagian dari 32.214 Bikers di Honda Bikers Day 2026
Meski pertumbuhan pendapatan relatif terbatas, profitabilitas segmen tersebut menunjukkan peningkatan. Laba kotor naik 9 persen YoY menjadi Rp987 miliar, sementara margin laba kotor menguat menjadi 8,7 persen dari sebelumnya 8,0 persen.
Beatrice menegaskan, perusahaan akan terus menjaga keberlanjutan kinerja melalui pengendalian biaya, pengelolaan kualitas aset, serta optimalisasi portofolio bisnis.
"Ke depan, kami akan tetap berfokus pada pengelolaan biaya yang disiplin, kualitas aset, dan optimalisasi bauran bisnis untuk menjaga kinerja Perseroan secara berkelanjutan," ungkap Beatrice.
Editor : Rizky