Chery Siapkan Hingga Delapan Merek Terpisah di Indonesia dan Australia, Efisiensi Jadi Sorotan

Reporter : Eka Sapto

JATIMPEDIA, Jakarta – Chery Group mengonfirmasi rencana ambisius untuk mengoperasikan hingga delapan merek terpisah di pasar Asia dan Oseania, termasuk Indonesia dan Australia. Setelah sukses menghadirkan kembali Chery pada 2023 serta Omoda Jaecoo pada 2025, produsen asal Wuhu tersebut bersiap memboyong portofolio merek dalam jumlah yang jauh lebih besar .

Dalam perhelatan Chery International User Summit 2026, manajemen Chery menyatakan bahwa hampir seluruh divisi grup akan mengaspal di wilayah Asia dan Oseania. Hanya merek komersial Rely dan Karry serta merek SUV Soueast yang belum dikonfirmasi kehadirannya. Di Indonesia, Luxeed disebut akan segera menyusul setelah iCaur, Jetour, Lepas, dan Omoda-Jaecoo. Freelander dan Exlantix juga berpotensi masuk ke pasar nasional .

Baca juga: Freelander Dipastikan Meluncur di Indonesia Tahun Depan, Freelander 8 Jadi Produk Perdana

Kontras dengan Strategi Pesaing

Langkah Chery ini kontras dengan pendekatan yang diambil sejumlah pesaing utama sesama produsen China. Great Wall Motor (GWM), misalnya, memilih menyederhanakan seluruh lini produknya seperti Haval, Tank, dan Ora di bawah satu bendera tunggal GWM guna efisiensi pemasaran. GAC juga memasarkan model-model dari sub-brand Trumpchi dan Aion dalam satu payung label GAC. Sementara itu, BYD yang mendominasi penjualan di Australia memilih fokus membesarkan nama utama BYD dan merek premium Denza .

Pendekatan "keroyokan" yang diusung Chery menghadirkan tantangan besar dari sisi investasi dan operasional. Jenama seperti Jetour, misalnya, akan diluncurkan dengan jaringan ritel serta tim operasional back-office yang sepenuhnya terpisah dari merek Chery, yang tentunya membutuhkan biaya operasional sangat besar .

Baca juga: Penjualan Mobil Nasional September 2026 Capai 79.540 Unit, Tumbuh 28 Persen

Dominasi BYD Masih Kuat

Di pasar Indonesia, strategi multi-merek Chery menghadapi kenyataan bahwa penjualan mobil China masih dikuasai BYD. Data Gaikindo menunjukkan BYD menjual 44.342 unit pada 2025, diikuti Wuling dengan 20.607 unit. Chery berada di posisi ketiga dengan 19.485 unit, sementara merek lain di bawah payung Chery masih jauh dari posisi lima besar. Jaecoo menjual 2.500 unit dan Jetour hanya 805 unit .

Meskipun total gabungan penjualan merek-merek Chery berpotensi mengatrol posisi perusahaan ke peringkat kedua, untuk menggoyang BYD dari puncak masih sangat sulit. Kehadiran merek baru seperti Luxeed dan Freelander memang bisa mendorong penjualan lebih besar, tetapi biaya operasional akan menentukan apakah strategi ini cukup kuat untuk menjadi yang terbaik .

Baca juga: BYD Pimpin Produksi Pabrikan China di Indonesia, Jaecoo dan Wuling Menyusul

 

 

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru