JATIMPEDIA, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk menghadirkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bunga tetap lima persen selama lima tahun pertama untuk mempermudah masyarakat membeli properti hasil lelang.
Senior Executive Vice President (SEVP) Asset Management BTN, Benjamin Sihombing, mengatakan fasilitas tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap properti lelang, terutama rumah tapak yang mendominasi hampir 90 persen aset yang ditawarkan.
Baca juga: BTN Perkuat Sinergi dengan REI Jatim, Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah
Masyarakat dapat mengakses properti lelang melalui situs web dan aplikasi bale by BTN pada menu bale Lelang. Menurut Benjamin, harga properti yang ditawarkan berpotensi 30–40 persen lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Sebagai gambaran, rumah dengan harga pasar Rp100 juta dapat ditawarkan melalui lelang pada kisaran Rp60 juta hingga Rp70 juta, bergantung pada kondisi dan penilaian aset. Skema KPR berbunga tetap lima persen selama lima tahun pertama juga memungkinkan pembeli memperoleh rumah tanpa harus membayar seluruh harga secara tunai.
BTN menyasar pembeli yang membutuhkan hunian pribadi maupun investor dan pengembang yang ingin merenovasi properti untuk dijual kembali. Dari sisi keamanan, bank juga memperhatikan kelengkapan dokumen kepemilikan, perizinan, serta kondisi hunian untuk meminimalkan risiko transaksi.
Baca juga: Dukung Pendidikan, BTN Gresik Berikan Beasiswa Melalui Program TJSL
Benjamin menilai potensi pasar properti lelang di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara cukup menjanjikan. Karena itu, BTN terus memperluas sosialisasi melalui kanal digital dan agen properti agar masyarakat semakin mengenal alternatif pembelian rumah tersebut.
Sementara itu, pengamat properti Panangian Simanungkalit menilai prospek sektor properti berpotensi menguat seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia dan hadirnya fasilitas pembiayaan yang lebih mudah diakses.
Baca juga: BTN Komitmen Dukung Program Tiga Juta Rumah Presiden Prabowo
Ia memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,6 persen pada 2026 dan mencapai enam persen pada 2027. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan kredit properti menjadi indikator penting bagi prospek pasar perumahan.
Panangian juga melihat properti lelang sebagai alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh hunian dengan harga lebih terjangkau, terutama ketika pasar melambat. Ia menilai fasilitas pembiayaan yang ditawarkan BTN menjadi peluang baru bagi calon pembeli yang ingin memiliki rumah dengan biaya lebih rendah dibandingkan membeli langsung dari pengembang.
Editor : Rizky