Menperin Sebut Kehadiran JIIPE Beri Manfaat Sosial Ekonomi bagi Masyarakat Lokal

Reporter : indri fitria
Menteri Perindustrian Sarmuji saat berkunjung ke JIIPE didampingi Dirut BKMS Bambang Sutiono

JATIMPEDIA, Gresik  — Menteri Perindustrian Republik Indonesia Muhammad Sarmuji mengapresiasi keberadaan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang dinilai memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal, pertumbuhan aktivitas ekonomi, dan terbukanya peluang usaha di sekitar kawasan industri.

Salah satu manfaat yang disoroti Sarmuji adalah besarnya proporsi tenaga kerja lokal yang terserap di perusahaan-perusahaan dalam kawasan industri terintegrasi tersebut. Menurutnya, sekitar 70 persen tenaga kerja di JIIPE berasal dari masyarakat Gresik dan Jawa Timur.

Baca juga: Menperin Sebut Kawasan Industri Terpadu di Jatim Percepat Industrialisasi

“Tenaga kerja yang terserap di industri yang ada di JIIPE ini 70 persennya adalah warga lokal di Gresik dan Jawa Timur,” ujar Sarmuji saat berkunjung ke JIIPE, Jumat (16/10).

Menurut Sarmuji, penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu bentuk kontribusi kawasan industri terhadap kesejahteraan masyarakat. Kehadiran industri tidak hanya mendorong aktivitas produksi, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat untuk terlibat langsung dalam pertumbuhan sektor industri.

Untuk mengoptimalkan manfaat tersebut, Sarmuji meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Gresik mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang sesuai dengan kebutuhan industri. Lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi perlu dibekali kompetensi yang memadai agar mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di JIIPE.

Menurutnya, kesiapan lulusan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga harus didukung soft skill yang dibutuhkan dunia industri, seperti komunikasi, kedisiplinan, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja.

“Ini industri yang ada di JIIPE merupakan industri besar dan strategis yang membutuhkan SDM siap pakai. Tugas pemerintah, khususnya pemerintah daerah, menyiapkan lulusan siap kerja dan siap pakai,” kata Sarmuji.

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku industri diperlukan agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, keberadaan kawasan industri di Gresik diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat lokal untuk memperoleh pekerjaan sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja daerah.

Selain menciptakan lapangan kerja, keberadaan JIIPE dinilai turut menggerakkan perekonomian di wilayah sekitarnya. Aktivitas industri berpotensi mendorong tumbuhnya berbagai usaha pendukung, mulai dari penyediaan barang dan jasa hingga kegiatan ekonomi lain yang melibatkan masyarakat lokal.

Sarmuji juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar manfaat keberadaan kawasan industri dapat dipahami secara luas. Dengan demikian, perkembangan industri di Gresik diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, tetapi juga menghadirkan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca juga: UMG-STL Chemical Perkuat Kolaborasi Penyiapan Tenaga Kerja di KEK Gresik JIIPE

Ia turut menyoroti peran kawasan industri dalam mempercepat industrialisasi di Jawa Timur. Dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan lahan, infrastruktur, dan penyiapan tenaga kerja kompeten, menjadi bagian penting untuk mendorong pertumbuhan industri yang berdampak pada perluasan kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Sarmuji mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan kawasan, infrastruktur, dan utilitas, serta meninjau sejumlah fasilitas hilirisasi di sektor logam, manufaktur pendukung energi terbarukan, dan kimia. Ia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), selaku pengelola kawasan industri JIIPE, Bambang Soetiono, menjelaskan bahwa JIIPE dikembangkan dengan mengintegrasikan kawasan industri, pelabuhan laut dalam, dan fasilitas penunjang untuk mendukung kegiatan investasi serta operasional industri.

Kawasan ini memiliki area industri seluas 1.761 hektare, area pelabuhan 406 hektare, serta area residensial 800 hektare. Menurut Bambang, sekitar 60 persen lahan industri telah terjual, dengan sejumlah perusahaan yang telah berinvestasi, antara lain PT Freeport Indonesia, Xinyi, Hailiang, Golden Elephant (GEABH), dan ANTAM.

Bambang mengatakan, kelengkapan infrastruktur, utilitas, dan akses pelabuhan laut dalam menjadi keunggulan JIIPE dalam mendukung kebutuhan logistik dan operasional perusahaan yang berinvestasi di kawasan tersebut.

“Kelebihan JIIPE adalah sarana infrastruktur dan utilitas yang lengkap serta memiliki laut dalam sehingga memudahkan industri. Kami juga membangun pembangkit listrik tenaga gas yang dipasok PGN dan berencana membangun PLTS,” jelas Bambang.

Dari sisi pengembangan industri, JIIPE menaungi berbagai kegiatan hilirisasi, termasuk pengolahan tembaga dan pemurnian logam mulia, manufaktur turunan tembaga, serta pengembangan proyek logam mulia. Kawasan ini juga mencakup manufaktur kaca fotovoltaik untuk mendukung rantai pasok industri tenaga surya dan investasi di sektor kimia.

Pengembangan ekosistem industri tersebut diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi di Gresik melalui peningkatan kegiatan usaha dan kebutuhan tenaga kerja. Integrasi kawasan industri dengan pelabuhan serta dukungan infrastruktur menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan investasi yang mampu mendorong pertumbuhan industri secara berkelanjutan.

Melalui keberadaan JIIPE, manfaat pembangunan industri diharapkan tidak hanya tercermin dari peningkatan investasi dan kapasitas produksi, tetapi juga dari semakin luasnya kesempatan kerja, tumbuhnya peluang usaha, serta meningkatnya kualitas dan daya saing SDM lokal. Kolaborasi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku industri menjadi kunci agar masyarakat Gresik dan Jawa Timur dapat mengambil bagian lebih besar dalam pertumbuhan industri sekaligus menikmati manfaat sosial ekonomi yang dihasilkan.

Editor : Arif

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru