JATIMPEDIA, Jakarta - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) mencatat penurunan konsumsi energi sebesar 59 persen sepanjang semester I-2026, dengan total konsumsi mencapai 4,46 juta gigajoule (GJ). Capaian ini didukung berbagai inisiatif efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan di wilayah operasional perusahaan.
Corporate Secretary ANTAM Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, upaya efisiensi energi menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efektivitas operasional sekaligus menekan emisi gas rumah kaca (GRK).
Baca juga: PLN Terus Perkuat Layanan REC & GEAS sebagai Solusi Listrik Hijau Terverifikasi
Pada periode yang sama, emisi GRK ANTAM tercatat sebesar 0,57 juta ton CO₂e. Perusahaan juga berhasil menurunkan emisi sebesar 15,62 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 4,60 persen.
Di bidang pengelolaan lingkungan, ANTAM merealisasikan reklamasi lahan seluas 95,69 hektare hingga semester I-2026, lebih tinggi dibandingkan target 85,3 hektare. Perusahaan juga telah menanam sekitar 70.753 pohon sebagai bagian dari program pemulihan lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati.
Baca juga: Hingga Agustus 2026, Antam Borong 9 Ton Emas Freeport
Salah satu inisiatif energi terbarukan ANTAM diwujudkan melalui pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di PT Gag Nikel. Fasilitas berkapasitas 500 kilowatt peak (kWp) tersebut dilengkapi 910 modul surya, 10 inverter, dan 400 baterai yang terintegrasi dengan sistem pembangkit listrik eksisting.
Wisnu menjelaskan, pemanfaatan PLTS berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional genset di area townsite. Berdasarkan kajian perusahaan, konsumsi BBM diperkirakan turun dari 367.920 liter menjadi 122.640 liter per tahun.
Baca juga: MIND ID Komitmen Perbaiki Tata Kelola Pertambangan Timah di Bitung
Dengan demikian, penggunaan PLTS berpotensi menghemat sekitar 245.280 liter BBM setiap tahun berdasarkan skenario perhitungan tersebut.
ANTAM menilai pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya mendukung efisiensi penggunaan energi, tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menekan dampak lingkungan dari kegiatan operasional pertambangan.
Editor : Rizky