JATIMPEDIA, Sampang - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura menggelar pendampingan budidaya ikan sistem bioflok di Kabupaten Sampang.
Program ini bertujuan membantu masyarakat mengoptimalkan efisiensi produksi perikanan melalui penerapan konsep ekonomi sirkular berbasis limbah lokal.
Baca juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Museum Budaya Madura di UTM
Pendampingan dilakukan secara langsung melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Fakyktas Pertanian UTM pada kelompok pembudidaya ikan lele Ajigunung Sampang sampai dengan November 2026
Ketua Tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura LPPM UTM Indah Wahyuni Abida menyampaikan pendampingan dilakukan secara menyeluruh mulai dari persiapan awal media, pengelolaan kualitas air, pemeliharaan pakan, hingga pemantauan masa panen.
Baca juga: Lestarikan Ekosistem Mangrove, UTM Raih Penghargaan Gubernur Jatim
"Di lokasi kegiatan, para peternak ikan mendapatkan arahan teknis serta penanganan langsung guna memastikan sistem bioflok berjalan optimal. Selain itu, kami melakukan pengkayaan bahan yang digunakan dalam budidaya, seperti penggunaan enzim protease, kitosan, hingga probiotik," kata Indah.
Pelaksanaan program di lapangan turut melibatkan kolaborasi antara tim dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik. Tiga mahasiswa secara khusus menerjunkan riset pendampingan yang berfokus pada evaluasi pertumbuhan ikan, pemantauan kualitas air, serta analisis dinamika plankton di kolam bioflok.
Baca juga: UTM Edukasi Petani Bangkalan Digital Marketing dan Keuangan
Sinergi antara akademisi dan pembudidaya lokal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas perikanan masyarakat, tetapi juga membuka peluang pengembangan skala industrialisasi berbasis pemanfaatan limbah di masa mendatang.
Editor : Rofiq